Home Headline Pendemo Tuduh Penyidik Kejati Terima Suap

Pendemo Tuduh Penyidik Kejati Terima Suap

Ratusan pendemo saat menggelar aksi di Kejati Jateng.

— Penanganan Kasus Korupsi KONI Pati
— Berkas Balok-balik ke Penyidik Reskrim Sus Polda Jateng

Semarang, 21/7 (BeritaJateng.net) – Aliansi Mahasiswa dan Forum Masyarakat Korupsi Kabupaten Pati kembali mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah untuk menanyakan kasus korupsi KONI Pati dengan tersangka Mudasir. Kehadiran ratusan pendemo itu sudah kali keempat karena berkas belum juga kelar (P21).

Mereka datang menggunakan truk dan spanduk serta poster-poster yang bertuliskan “Adili Mudasir” “Adili Koruptor”. Dalam orasinya, mereka menuntut Kejati Jateng untuk segera menahan tersangka Mudasir yang telah dua tahun ditetapkan tersangka oleh Dit Reskrim Sus Polda Jateng.

“Kita keempat kalinya datang ke Kejati untuk menanyakan kasus korupsi KONI Pati dengan tersangka Mudasir yang sudah dua tahun jadi tersangka,” ujar Jumadi dalam orasinya.

Mereka beralasan telah melakukan koordinasi dengan penyidik Dit Reskrim Sus namun Kejati belum juga menyatakan P21, padahal menurut penyidik Polda, petunjuk jaksa sudah dipenuhi.

Demo Korupsi KONI

“Penyidik sudah melengkapi petunjuk jaksa tapi jaksa tidak juga menyatakan P21, dengan demikian patut diduga kejaksaan menerima suap dari Mudasir,” tambahnya.

Untuk mendapatkan keterangan yang sebenarnya, perwakilan demonstran akhirnya diterima As Pidsus Joni Manurung dan Kasi Penkum Sugeng Riyadi. Dalam keterangannya Joni Manurung menyampaikan bahwa kasus tersebut pasti akan dibawa ke Pengadilan setelah petunjuk ke penyidik Reskrim Sus memenuhinya.

“Kita sudah memberikan petunjuk, karena dalam kasus ini tersangkanya ada dua, masa kasus korupsi tersangkanya hanya satu ? dalam petunjuknya kita meminta Reskrim Sus untuk menyeplit atau menjadikan satu tersangka lainnya. Tapi sampai sekarang belum juga dipenuhi. Kalau kasus ini kita P21, terus tersangka lainnya gimana ? dimana letak keadilannya ?,” terang Joni Manurung.

Untuk itu lanjut Manurung, pihaknya meminta demonstrans untuk menanyakan ke penyidik Reskrim Sus apakah petunjuk itu sudah dipenuhi apa belum.

“Kalian harusnya ke penyidik dulu baru ke sini (Kejati,red), tanyakan apakah petunjuk kita sudah dipenuhi apa belum ? kalau ternyata penyidik Reskrim Sus tidak bisa memenuhi petunjuk kita, maka kita akan bersikap. Kita memberikan petunjuk karena memberikan kesempatan kepada penyidik untuk mengembangkan kasus ini, karena tersangkanya tidak hanya satu. Kita tidak mungkin masuk angin, jaminannya saya, kalian tidak usah khawatir, kasus ini pasti saya bawa ke Pengadilan, begitu petunjuk dipenuhi, maka kasus ini langsung saya P21,” tandas Joni Manurung.

Setelah mendapatkan keterangan dari Joni Manurung, pendemo pun meninggalkan kantor Kejati Jateng dan melanjutkan aksinya ke Dit Reskrim Sus Polda Jateng. (BJ)