Home Headline Pencuri Kotak Amal Nyaris Dibakar Massa

Pencuri Kotak Amal Nyaris Dibakar Massa

image
Pelaku dengan motornya yang dibakar massa.

Kudus, 6/1 (Beritajateng.net) – Dua remaja di Kudus nyaris dibakar massa lantaran ketangkap tangan mencuri kotak amal Masjid Baitul Mukminin di Undaan Kudus.

Warga yang mengetahui upaya pencurian tersebut, ramai-ramai menangkapnya dan sempat menghakimi massa. Beruntung kedua pelaku berhasil diamankan polisi yang sedang patroli.

Belum puas melampiaskan kejengkelannya, seratusan warga yang masih menyimpan dendam menyeret sepeda motor yang digunakan pelaku ke tempat lapang lalu membakarnya.

Dua pelaku yakni Hasim As’ari (19) dan Kho Bsr (16) keduanya asal Dukuh Pesantren RT 04/ RW 04, Desa Menawan, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan harus menjalani pemeriksaan di Mapolsek Undaan.

Kapolsek Undaan AKP Suparji didampingi Kanit Reskrim Aiptu Edi HR membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, walau kejadiannya di wilayah hukum Polsek Undaan tetapi penanganannya dilimpahkan ke Polres Kudus.

”Penanganan perkara tersebut dilimpahkan ke Polres Kudus,” katanya.

Sementara itu hasil penelusuran Beritajateng.net dilokasi kejadian menyebutkan, pelaku ditangkap warga sekitar pukul 01.30 WIB. Sebelumnya atau sekitar dua bulan lalu, Masjid Baitul Mukminin pernah kehilangan perlengkapan sound systemseharga Rp 11 juta.

Bukan hanya itu, pada tahun 2012 hingga 2013, di masjid yang ada di Gang 24 tersebut tiga kali kehilangan kotak amal beserta isinya. Karena hal tersebut, warga yang penasaran ingin mengetahui siapa pelakunya sepakat menggelar ronda malam setiap hari.

Setelah beberapa lama melakukan pengintaian, akhirnya upaya warga membuahkan hasil. Dini hari sekitar pukul 01.15 WIB ada dua remaja berboncengan sepeda motor berhenti disamping Masjid Baitul Mukminin.

Karena merasa kedatangannya tidak ada yang mengetahui, Hasim As’ari turn dari sepeda motor lalu perlahan masuk ke dalam masjid. Sementara Kho Bsr menunggu diluar sambil mengawasi situasi sekitar dengan duduk diatas motor.

”Sebenarnya warga yang sedang ronda sudah curiga dengan gerak gerik pemuda tersebut. Tetapi warga tidak gegabah langsung menuduh karena tidak tertutup kemungkinan kedatangannya untuk menjalankan sholat,” terang Syafi’i (69) Imam Masjid Baitul Mukminin yang mengamankan pelaku dari keroyokan warga.

Masih menurut Syafi’i, kotak amal yang gagal dicongkel oleh pelaku karena keburu ditangkap warga, ternyata isinya hanya Rp 39 ribu. Kehilangan yang terjadi sebelumnya, kotak amal ikut dicuri setelah isinya diambil kotaknya dibuang dipinggir sawah.

”Karena pengalaman sebelumnya, kotak amal yang sekarang di temple ke tembok agar supaya tidak bisa diangkat,” terangnya.

Sementara hasil pemeriksaan oleh aparat Polsek Undaan, Hasim As’ari mengaku pelaku pencurian peralatan sound system ditempat yang sama dua bulan sebelumnya. Sedangkan perbuatan mencuri kotak amal bersama temannya Kho Bsr, pernah dilakukan tiga kali di tempat berbeda.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat melanggar pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan pemberatan (curat) dimana ancaman hukumannya 7 tahun pidana. (BJ12)