Home Headline Pencuri dan Penadah  Sepeda Motor Diamankan Polisi

Pencuri dan Penadah  Sepeda Motor Diamankan Polisi

Tersangka bersama barang bukti.

Tersangka bersama barang bukti.

Jepara, 5/2 (BeritaJateng.net) –  Sutrisno alias Gepeng (23) warga RT 03 RW 07 Desa Jerukwangi Kecamatan Bangsri diamankan oleh Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jepara karena kedapatan mencuri sebuah sepeda motor.

Tersangka mencuri sepeda motor Yamaha mio soul GT milik Restu Ponang Aji yang terparkir di teras gereja di Desa Suwawal Timur Kecamatan Pakis Aji pada 12 Januari 2015 lalu.

Wakapolres Jepara Kompol Juara Silalahi menyatakan, pelaku beraksi bersama dengan satu rekannya berinisial AS yang kini masih buron.

Sepeda motor yang tidak dikunci stang itu oleh pelaku didorong sampai ke jalan raya dan selanjutnya dibawa ke rumah tersangka AS.

“Jadi, pelaku ini beraksi dua orang, yang satu sebagai pemetik yang lainnya menunggu di jalan,” kata Juara.

Juara menambahkan, tersangka Sutrisno merupakan residivis kasus asusila dengan vonis 2,5 tahun penjara.

Menurut pengakuan, pelaku sebelumnya sudah beraksi di beberapa tempat di Jepara. “Pelaku ini sudah tergolong berpengalaman karena sudah beraksi di beberapa TKP,” imbuhnya.

Selain mengamankan tersangka Sutrisno, lanjut Juara, polisi juga berhasil mengamankan penadah barang-barang curian dari tersangka. Penadah yang diamankan yakni Sigit Sujarwoto (32) warga RT 01 RW 01 Desa Bucu Kecamatan Kembang.

“Tersangka Sutrisno menjual motor curiannya seharga Rp 1,7 juta kepada Sigit. Sutrisno juga mengaku hanya mendapatkan Rp 800 ribu untuk sekali jual,” katanya.

Akibat perbuatannya, tersangka Sutrisno akan dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Sedangkan tersangka Sigit akan dijerat dengan pasal 480 KUHP tentang penadahan dengan ancaman 4 tahun penjara.

“Barang bukti yang kita amankan yakni sepeda motor Yamaha mio soul GT dengan nopol K 3585 RQ warna hitam,” jelas Juara.

Sementara itu, tersangka Sutrisno mengaku sudah beraksi di beberapa TKP, diantaranya di Desa Purwogondo Kecamatan Kalinyamatan diakhir tahun 2014 lalu. Dia mengaku selalu bersama dengan rekannya AS ketika melakukan aksinya.

Sutrisno menyatakan tak butuh waktu lama ketika beraksi. Dengan hanya mengandalkan kunci T, dalam beberapa saat motor sudah berhasil dibawa kabur.

“Biasanya menggunakan kunci T, namun saat di gereja Suwawal Timur motor hanya saya dorong karena kebetulan tidak dikunci stang,” jelas Sutrisno. (BJ18)