Home Lintas Jateng Penataan Kota Lama Semarang Prioritaskan Penanganan Aspek Sosial

Penataan Kota Lama Semarang Prioritaskan Penanganan Aspek Sosial

BP2KL libatkan lintas sektor SKPD Pemkot Semarang untuk menata kawasan kota lama.

Semarang, 10/5 (BeritaJateng.net) – Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu yang akrab disapa Ita mengatakan penataan kawasan Kota Lama akan memprioritaskan penanganan aspek sosialnya terlebih dulu.

“Yang penting, bagaimana kawasan Kota Lama ini bersih dulu, terutama aspek sosialnya yang penting dibenahi,” katanya usai menemui kunjungan anggota DPR RI Tuti N. Roosdiono di Semarang, Senin.

Menurut Ita, persoalan sosial di kawasan Kota Lama memang menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota Semarang, seperti keberadaan gelandangan dan bangunan-bangunan liar yang membuat kesan kumuh.

Dalam waktu dekat, kata dia, segera disusun kelompok kerja (pokja) tentang penataan Kota Lama Semarang yang susunan anggotanya melibatkan jajaran satuan kerja perangkat dinas (SKPD) terkait.

“Diharapkan, tahun ini (kawasan Kota Lama, red.) sudah bersih, terutama persoalan-persoalan sosialnya,” kata Ita yang juga Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang tersebut.

Sejalan dengan itu, kata dia, infrastruktur juga terus dibenahi, terlebih dengan adanya bantuan pendanaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk membenahi infrastruktur kawasan Kota Lama.

Pada 2016, kata dia, fokus yang akan dilakukan terkait Kota Lama adalah menyelesaikan persoalan-persoalan sosial, sementara 2017 mendatang akan ditindak lanjuti dengan infrastruktur jalan.

“Harapan kami, kawasan Kota Lama bisa menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Semarang. ‘Grand design’ dan ‘masterplan’ juga sudah ada, tinggal implementasi di lapangan,” pungkasnya.

Sementara itu, anggota DPR RI Tuti N. Roosdiono memberikan dukungan terhadap pengembangan kawasan Kota Lama sebagai destinasi wisata unggulan di Semarang yang menjadi daerah pemilihannya (dapil).

Legislator yang menggantikan posisi Tjahjo Kumolo itu mengungkapkan banyak sekali potensi kepariwisataan yang dimiliki Semarang, seperti kuliner, seni budaya, hingga bangunan kuno di Kota Lama.

“Kami rasa sebuah gebrakan luar biasa untuk mengembangkan Kota Lama Semarang. Tentunya, tidak bisa dilakukan asal-asalan. Utamanya, (aspek, red.) kebersihan dulu,” kata politikus PDI Perjuangan itu. (Bj05)