Home Lintas Jateng Penataan Kota Lama, PKL Padangrani Minta Jualan di Oudetrap

Penataan Kota Lama, PKL Padangrani Minta Jualan di Oudetrap

Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu (mbak Ita) saat meninjau kota lama Semarang.

Semarang, 13/9 (BeritaJateng.net) – Puluhan pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Barang Seni (Padangrani) meminta solusi tempat relokasi yang layak, menyusul adanya kebijakan penataan Kawasan Kota Lama yang dilakukan Pemkot Semarang.

Demikian yang terungkap dalam audiensi perwakilan pedagang Padangrani dengan Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu di Balaikota, Selasa (13/9). Menurut Sekretaris Padangrani Kota Lama Anton Susatyo, pihaknya mendukung kebijkan ini sebagai bentuk support penataan kawasan.

“Tentu kami mendukung tapi juga mohon dicarikan solusi yang tepat untuk relokasi keberadaan rekan-rekan pedagang ini,” terangnya.

Diketahui, sebelumnya mereka berjualan di sekitar Taman Sri Gunting. Namun sekarang harus pindah lokasi, apalagi mereka berjualan ditempat yang dilarang yakni diatas saluran air.

Anton berharap   agar   Pemkot   memberikan   tempat yang   layak. Bahkan jika memungkinkan, mereka berharap dapat menggunakan gedung Oudetrap (Gudang Gambir) untuk berjualan.

Ditambahkannya, keberadaan PKL Padangrani di Kota Lama selama ini juga merupakan permintaan dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk dapat meramaikan kawasan tersebut. Selain itu, kehadiran pedagang barang antik juga akan menjadi daya tarik wisatawan berkunjung di kawasan tersebut.

“Kami prinsipnya mendukung tapi juga tolong jangan disatukan dengan PKL Koka Kola yang sama-sama berjualan barang antik,” pintanya.

Adapun solusi lain yang ditawarkannya adalah direlokasi ke Jalan Perkutut di samping barat Gereja Blendhuk. Pasalnya, dari beberapa lokasi lain di kawasan Kota Lama, hanya lokasi inilah yang dinilai paling memungkinkan serta kepindahannya tidak terlalu jauh dari lokasi semula.

Menanggapi permintaan pedagang, Ita sapaan akrab Wakil Walikota menyatakan, pihaknya akan  membantu pedagang  untuk  mencari tempat relokasi yang sesuai. Namun harus dicatat bahwa lokasi yang saat ini ditempati pedagang, menyalahi aturan karena berdiri di atas saluran air.

“Untuk solusi, tentu akan kita pikirkan bersama. Untuk permintaan Oudetrap, saya kira tidak dapat digunakan pedagang lantaran gedung tersebut akan difungsikan sebagai pusat informasi pariwisata dan kegiatan pemerintahan lain,” tuturnya.

Pihaknya menawarkan jika pedagang dapat menggunakan gedung bekas Dinas Pendidikan milik Pemprov di dekat Taman Garuda.

Seperti diketahui, akhir pekan lalu Pemkot menertibkan seluruh PKL di sekitar kawasan Kota Lama. Nantinya, PKL Padangrani  yang memiliki  anggota 30 orang  dan semuanya  berjualan barang antik ini juga akan ditertibkan dan direlokasi. (Bj05)

Advertisements