Home Lintas Jateng Penambang Opal Fire Nekat ‘Nambang’ di Hutan Lindung Tanpa Pengamanan

Penambang Opal Fire Nekat ‘Nambang’ di Hutan Lindung Tanpa Pengamanan

image
Lokasi penambangan

SOLO- Penambangan batu akik di kawasan hutan lindung milik Perhutani membuat sebagian wilayahnya terancam rusak. Akibat penambangan tersebut,  Bukit Manggal, Desa Hargantoro, Kecamatan Tirtomoyo Wonogiri kondisinya memprihatinkan.

Wakil Administrator KSKPH Surakarta, Jhoni Andarhadi menyatakan akibat yang ditimbulkan oleh penambang adalah meninggalkan bekas lubang-lubang di sepanjang tebing bukit, padahal lokasinya berada di kawasan hutan lindung milik Perhutani. Jhoni Andarhadi menjelaskan bahwa penambangan liar batu akik di kawasan hutan lindung di bawah naungan Perhutani jelas sangat merugikan juga dilarang karena medannya sangat berbahaya. Berada di tebing yang tinggi dan memiliki tingkat kemiringan mencapai 90 derajat dan di bawahnya berupa  jurang yang terjal. 

Fire opal batuan asal Wonogiri berdasar informasi banyak ditemukan di wilayah Hargantoro, Tirtomoyo, Wonogiri, yang masuk lahan milik Perhutani. Karena itu ungkap Jhoni pemburu akik rela berjibaku demi mendapatkan fire opal dengan melakukan penggalian batu mulia di tebing-tebing gunung yang memiliki kemiringan sekitar 90 derajat.

“Bayangkan saja, mereka naik menggunakan tangga setinggi 10 meter tanpa alat pengaman untuk melakukan penggalian dan mencari urat batu yang berukuran sekepal tangan orang dewasa,” jelasnya.  

Jhoni menerangkan, penambang akik  hanya menggali tebing seukurun tubuhnya saja agar bisa masuk tebing, kemudian melakukan penggalian sampai ke dalam untuk menemukan urat batunya. Untuk menaiki tebing mereka menggunakan tangga darurat saja, tidak ada tali sama sekali. 

Karena lokasinya sangat berbahaya ditambah penambang tidak menggunakan alat keselamatan, sedangkan dibawahnya jurang yang dalam, maka Perhutani melarang warga melakukan penggalian dengan memasang papan pengumuman dilarang menambang di kawasan hutan lindung. “Lagi pula kalau terjadi sesuatu pasti nanti pihak Perhutani yang akan di salahkan,” pungkasnya. (BJ24)