Home Headline Pemulangan TKI Korban Human Trafficking Masih Sulit

Pemulangan TKI Korban Human Trafficking Masih Sulit

Muryanto, Kasi Pengawasan Tenaga Kerja Disosnakertrans Jepara.
Muryanto, Kasi Pengawasan Tenaga Kerja Disosnakertrans Jepara.

Jepara, 18/2 (BeritaJateng.net) –  Meski pihak keluarga Ardianti Kusuma yang mengalami nasib tidak jelas sebagai tenaga kerja wanita di Malaysia menginginkan untuk dipulangkan.

Namun Dinsosnakertrans Kabupaten Jepara yang sudah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menyatakan masih sulit memulangkannya.

Kepala Seksi Pengawasan Tenaga Kerja Dinas Sosial Ketanagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Jepara Muryanto menyampaikan bahwa nama Ardianti Kusuma tak masuk dalam data ketenagakerjaan yang bekerja di Negeri Jiran.

“Dimungkinkan besar kasus-kasus TKI seperti Ardianti maupun Suliati adalah TKI mandiri. Jadi pendataannya belum tercatat dalam data BNP2TKI,” ungkap Muryanto.

Muryanto melanjutkan TKI yang berangkat secara mandiri melalui agen-agen penyalur yang diduga abal-abal itu berpotensi bernasib serupa seperti mereka berdua. Namun pihaknya mengaku belum bisa memprediksi akan terjadi kasus yang sama TKI yang lain.

“Perbedaan data yang dimiliki PJTKI dengan data yang kami miliki saja berbeda 50 persen,” katanya.

Kendati demikian, para TKI yang awal mula pemberangkatannya tidak jelas, memang rentan menimpa nasib yang sama. Pihaknya merekomendasikan agar pemberangkatan TKI, meski secara mandiri, harus dapat rekomendasi dari BP3TKI.

“Bila dapat rekomendasi BP3TKI atau BNP2TKI maka mereka akan memberikan anjuran untuk melalui agen-agen penyalur yang sudah dapat dipercaya,” ucapnya.

Muryanto menyampaikan, awal mulanya kasus TKI yang tak jelas karena mereka merasa tak kerasan menerima perlakuan yang tak semestinya kepada majikan. Kemudian mereka melarikan diri dari majikan tersebut, padahal paspor dibawa oleh majikannya.

Dengan demikian, TKI tersebut kehilangan dokumen dan berubah status menjadi TKI illegal atau tak resmi. TKI tersebut akan diperlakukan lebih malang lagi di tangan agen-agen penampung yang nakal di Negeri Jiran.

“Biasanya mereka memiliki jaringan agen yang solid. Sehingga keberadaan baik Suliati maupun Ardianti menjadi sulit terdeteksi keberadaannya,” katanya. (BJ18)