Home Lintas Jateng Pemuka Agama Kendal Tolak People Power

Pemuka Agama Kendal Tolak People Power

654
Aksi people power di Semarang

KENDAL, 14/5 (BeritaJateng.net) – Para pemuka agama di Kendal mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terpancing pada isu yang dapat memecah belah. Mereka juga menyerukan menolak keras gerakan People Power yang saat ini sangat ramai dibicarakan pasca Pemilu 2019.

Hal itu disampaikan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kendal dan tokoh lintas agam menyusul memanasnya situasi dan kondisi pasca Pemilu 2019. Mereka mengimbau agar masyarakat menjaga kondusifitas daerah agar tetap aman dan damai.

“Jadi jangan terpancing pada isu pengerahan massa  atas pelaksanaan  Pemilu 2019. Karena bisa borpotensi memecah belah persatauan dan kesatuan berbangsa dan bernegara,” kata Ketua FKUB Kendal, KH Muhammad Ubaidi.

Pasca Pemilu 2019, lanjut Ubaidi, seluruh masyarakat harus bisa menjalin silahturahmi demi menjaga wilayah Kendal kondusif.  “Dalam setiap pertemuan kami selalu menekankan persatuan dan kesatuan serta menjaga kondisi yang aman,” tuturnya.

Tokoh agama di Kendal sepakat memberikan apresiasi kepada KPU yang sudah melaksanakan pemilu dengan baik dan menunggu hasil penetapan. “Jika memang ada pihak yang tidak menerima hasil penetapan KPU agar menempuh jalur sesuai dengan hukum yang ada,” kata KH Mukhlis Musyaffa.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren AL Musyaffa, Desa Sudipayung, Kecamatan Ngampel itu, Gerakan people power ini kontraproduktif dengan kondisi Indonesia yang sudah aman dan damai. “Kalau menemukan ada kejanggalan dalam proses pemilu, tempuh melalui jalur hukum melalui Mahkamah Konstitusi,” jelasnya.

Hal senada dikatakan Sekretaris Badan Kerjasama Gereja Katolik dan Kristen (BKGK2) Kendal, Pendeta Triatmojo Nugroho. Ia menghimbau kepada umat kristiani di Kendal agar tetap sabar menunggu KPU pusat menetapkan hasil akhir penghitungan suasa.

“Saya juga menghimbau kepada umat untuk senantiasa berdoa dalam kedamaian toleransi hidup kebersamaan. Tidak terpengaruh berita hoax dan tidak turut serta dalam gerakan people power,” jelasnya.

Ditambahkan, dalam setiap pertemuan bersama umat baik di kegiatan ibadah dan pertemuan dengan umat disampaikan secara tegas untuk tidak mudah terpancing. “Kita pengurus BKGK2 Kendal sepakat untuk tidak turut serta dalam kegiatan people power dengan alasan apapun,” imbuh pendeta muda ini.

Ketua Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kendal Muhamad Ulil Amri meminta kepada warga NU dan sahabat Ansor dan Banser di Kendal untuk menciptakan kondisi sejuk dan damai. “Paska pemilu kami menghimbau kepada sahabat Ansor dan Banser untuk tetap menjunjung nilai demokrasi dan menyerahkan kepada KPU untuk menuntaskan tahapan pemilu,” tegasnya. (STY/El)