Home Headline Pemuda Pengangguran Asal Temanggung Ini Jadi Otak Pembunuhan Wanita di Semarang

Pemuda Pengangguran Asal Temanggung Ini Jadi Otak Pembunuhan Wanita di Semarang

Semarang, 7/8 (BeritaJateng.net) – Seorang pemuda asal Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah kini terancam hukuman penjara setelah nekat membunuh seorang wanita di Kota Semarang.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan pelaku yakni seorang pria pengangguran berinisial GDME (17) warga asal dusun Merta, Desa Tuksari, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung.

Sementara pembunuhan yang dimaksud, dilakukan tersangka kepada seorang wanita bernama Raras Kurnia Dewi (29) di Kamar Kos D’Paragon Jalan Jogja, Semarang Selatan, Kota Semarang pada 2 Juli 2021 lalu. Namun korban ditemukan meninggal oleh pengelola kos pada 5 Juli 2021

Korban sendiri kata dia, merupakan warga Asal Gesikan, Depokrejo, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen.

Pasca kejadian pembunuhan, polisi menyelidiki kasus tersebut. Setelah serangkaian penyelidikan, tim dari Resmob Polrestabes Semarang membekuk pelaku di wilayah Kabupaten Wonosobo

“Hari Kamis 5 Agustus 2021 sekitar pukul 07.30 wib kita menangkap pelaku di Wilayah Wonosobo,” kata Kombes Irwan di Markas Polrestabes Semarang, Jumat (6/8).

Usai penangkapan kata dia, pelaku dibawa ke Markas Polrestabes Semarang beserta barang buktinya. Saat berada di Markas Polrestabes, diketahui modus operandi pelaku menghabisi nyawa korban dengan diawali dengan mencari keberadaan korban melalui media sosial. Dari situlah aksi kejahatan terjadi

“Tersangka kemudian menghubungi dan mengajak korban bertemu. Saat bertemu itu, tersangka menucuri barang korban disertai kekerasan,” jelasnya.

Saat bertemu kata dia, mereka berdua melakukan hubungan intim di tempat lokasi kejadian. Kemudian, mereka terlibat cekcok yang mengakibatkan pelaku emosi kemudian membunuh korban dengan cara dicekik kemudian ditutup bantal.

“Setelah diajak berkenalan, berkencan, kemudian korban dicekik dari belakang. kemudian korban diterlentangkan ditutup bantal barangnya diambil dan ditinggal pergi,” ungkapnya.

Selain menangkap pelaku, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti pendukung seperti satu handphone merek OPPO beserta charger, satu sepeda motor dengan nopol AB 6830 CH, satu cincin batu, satu jamper warna hitam, satu celana panjang warna krem merek volcom.

“Akibat perbuatannya, pelaku dapat dijerat dengan Pasal 338 KUHPidana ancaman hukuman 15 tahun penjara dan Pasal 365 ayat (3) KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” tandasnya. (Ak/El)