Home Hukum dan Kriminal Pemuda ini Sebabkan Dua Temannya Tewas

Pemuda ini Sebabkan Dua Temannya Tewas

image
Pemuda ini yang menyebabkan dua rekannya Tewas

Semarang, 2/2 (beritajateng.net) –  Pemuda berbadan besar  bernama M Rafii (29) Warga Genuk ini harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Ia ditangkap Aparat Polrestabes Semarang lantaran mengoplos minuman bersoda dan obat jenis Dexro 100 butir yang membuat dua rekannya Eko Riyadi (30) alias Kodok dan Darwadi (30) alias Monyet kehilangan nyawa pada 28 Januari 2015 lalu.

Rafii mengaku, awalnya hanya iseng melihat paketan obat yang diduga Dextro di tengah barang rosok di dekat pangkalan Kaligawe Semarang.

“Saya nemu di rosokan. Saya enggak tahu itu apa,” kata Rafii di Mapolrestabes Semarang, Senin (2/1).

Kemudian obat teraebut langsung dibawa ke rumah Eko sambil membawa soda jenis Sprite. Karena tertarik akhirnya Eko bersedia minum tawarannya.

“Saya campur dulu 10 butir. Sudah reaksi obat batuk. Saya disuruh kodok campur semuanya jadi 100 butir,”katanya.

Setelah meminum minuman oplosan tersebut, dirinya langsung meninggalkan mereka.”Pikir saya mereka berdua nge fly. Ya saya santai saja,”akunya.

Menjelang pagi M Rafi’I dikejutkan sejumlah warga yang menemukan dua
orang yang minum oplosannya meninggal.

“Saya diberitahu warga kalau Eko meninggal, saya langsung ke sana,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan medis, keduanya mengalami iritasi di lambung.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan tersangka ini
yang menyebabkan dua rekannya meninggal akibat minuman yang
dioplosnya.”Dia ini diduga sengaja mengoplos minuman kepada dua korban hingga menyebabkan meninggal,”jelasnya.

Djihartono menambahkan, pihaknya juga masih mencari dari mana obat
didapat meski tersangka mengaku menemukannya di tempat rosok.

“Kami tetap akan cari tahu, beli atau diberi,”pungkasnya.

Dari tangan pelaku petugas mengamankan 1 botol big colla yang masih ada minuman warna putih, dan tiga kantong plastik berwarna putih.

Tersangka Rafii dijerat pasal 204 ayat (2) KUHP karena membagikan
barang yang diketahui menyebabkan hilangnya nyawa korban dengan
ancaman seumur hidup.(BJ04)