Home Lintas Jateng Pemprov Jateng Dorong Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BumDes)

Pemprov Jateng Dorong Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BumDes)

Semarang, 1/8 (BeritaJateng.net) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Minggu (31/7) kedatangan kunjungan Menteri Pembangunan Desa Tertinggal (PDT) Republik Indonesia yang baru, Eko PS bersama jajaran pejabat eselon I Kemendes RI di kediaman Rumah Dinas Gubernur Jateng Puri Gedeh didampingi Kepala Bapermades Jateng, Kadinas Nakertransduk dan Karo Humas Pemprov Jateng. Ini adalah kunjungan pertama Menteri PDT-RI baru setelah Reshuffle Kabinet ke Pemerintah Provinsi di Indonesia.

“Beliau adalah sosok Gubernur yang saya kagumi, meski beliau baru kenal saya sekarang. Dan, kami ingin belajar serta mendengar hal ikhwal tentang Desa dari Pak Ganjar,” puji Menteri PDT-RI mengawali pertemuan dengan Gubernur Jateng yang mendengar seraya tersenyum menyambut hangat kunjungan Menteri Eko PS berserta rombongan.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Ganjar menyampaikan bahwa Provinsi Jateng sangat konsen terhadap pembangunan pedesaan dengan membuka ruang dan peluang kerjasama dengan Perguruan Tinggi, baik Negeri maupun Swasta sebagai ajang pelatihan leadership Mahasiswa sekaligus menumbuhkan inovasi produktif masyarakat desa.

“Kami punya Program Pembangunan Desa  dengan konsep Desa Mandiri sebagai uji coba terhadap kemandirian Pangan dan Energi (bio gas & listrik) serta pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BumDes). Maka kerawuhan Pak Menteri adl kehormatan sekaligus kebahagiaan bagi kami di Jawa Tengah untuk terus memajukan pedesaan,” terang Ganjar.

Menteri Eko PS menyampaikan bahwa arahan Bapak Presiden RI utk Kementeriannya agar terus mengembangkan kreasi dan inovasi usaha ekonomi produktif di desa, seperti BumDes yang nantinya akan bekerjasama dengan Perbankan BUMN dengan mendayagunakan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dalam hal ini, Gubernur Ganjar menyambut baik rencana itu, “Koperasi Desa harus terus kita gerakkan dengan tata kelola yang baru utk mendukung ini,” tanggap Gubernur.

Provinsi Jateng telah menggulirkan bantuan desa dengan Program Desa Berdikari, yakni sesuai kondisi kemajuan Desa secara proporsional sebesar 40juta utk Desa Maju – 60juta utk Desa setengah Maju dan 100juta untuk Desa Miskin yang diarahkan membangun infrastruktur guna mendorong aktifitas ekonomi perdesaan. Hasilnya mulai ada tanggungjawab Perencanaan, Pengambilan Keputusan dan Pengawasan termasuk Pelaporan. “Itulah pembelajaran demokratisasi di Desa dengan tetap mengedepankan kearifan lokal melalui pendekatan kultural,” tambah Gubernur Ganjar.

Saat ini Provinsi Jateng merupakan tujuan investasi dan industrialisasi sehingga menjadi momentum utk mengembangkan produksi, utamanya pertanian dalam arti luas di perdesaan Oleh karena itu, Kemendes RI akan melaksanakan kebijakan agar Desa lebih mudah punya akses dengan perbankan (Bankable) dan memberikan pelatihan usaha. “Tolong, selain diberikan pelatihan usaha juga dibantu bantu alat,” tambah Gubernur Jateng (Bj05)