Home Headline Pemprov Jateng Dinilai Kurang Perhatikan Petani Garam

Pemprov Jateng Dinilai Kurang Perhatikan Petani Garam

SEMARANG, 21/12 (BeritaJateng.Net) – Kalangan Anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah menilai Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kurang memperhatikan nasib petani garam.  Hal ini diindikasikan dari kurangnya peran pemerintah baik dalam penyediaan sarana prasarana maupun anggaran pendukung bagi para petani garam.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah Yudhi Sancoyo mengemukakan, kehidupan petani garam terutama yang berada di Kabupaten Pati sangat memprihatinkan. Produksi garam yang mereka hasilkan berupa garam rakyat masih membutuhkan sentuhan industri sehingga menghasilkan garam yodium untuk konsumsi industri dan rumah tangga.

“Di Jawa Tengah belum ada industri pengolah garam rakyat dengan skala besar yang mampu menampung produksi dari petani,” ungkap Yudhi, Rabu (21/12).

Politisi yang juga mantan Bupati Blora ini menjelaskan, produksi garam dari petani yang ada di Kabupaten Pati jumlahnya sangat banyak mencapai 260.000 ton selama tahun 2016. Garam sebanyak itu hanya sebagian kecil yang tertampung di industri pengolah garam rakyat  yang ada di Jawa Timur.

“Produksi garam dari Kabupaten Pati ini merupakan terbanyak kedua setelah Jawa Timur, namun karena masih berupa garam “Krosok” maka serapan di masyarakat terutama untuk kebutuhan industri masih sangat kecil,” jelasnya.

Di Kabupaten Pati saat ini terdapat sekitar 3.000 petani garam yang tergabung dalam 95 industri kecil (IKM) garam rakyat. Namun dari 95 IKM kecil tersebut hanya 13 yang sudah memperoleh status SNI. Hal ini disebabkan mahalnya beaya kepengurusan untuk memperoleh SNI yakni sebesar Rp. 25 juta.

“Pemerintah harus melakukan pembinaan secara serius terhadap para petani garam termasuk memberikan bantuan pengurusan SNI. Saya minta Pemprov ikut menanggung beaya pengurusan SNI sehingga petani garam Kabupaten Pati bisa bersaing dan mampu menghasilkan garam berkwalitas dan sesuai standar SNI,” harapnya.

Yudhi Sancoyo menambahkan, Komisi B DPRD Jawa Tengah akan mendesak kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah agar segera mendirikan pabrik pengolah garam rakyat untuk menampung dan memproses menjadi garam layak konsumsi untuk mencukupi kebutuhan garam bagi masyarakat dan industri di Jawa Tengah.

“Selama ini beberapa industri di Jawa Tengah masih melakukan import garam untuk kebutuhan industri mereka. Kalau kita punya industri pengolah garam, maka tidak perlu import lagi dan produksi garam rakyat bisa terserap,” pungkasnya.

(NK)