Home Hiburan Pemkot Solo Kerahkan 80 Petugas Amankan Solo Karnaval

Pemkot Solo Kerahkan 80 Petugas Amankan Solo Karnaval

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Solo, 18/2 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi setempat mengerahkan sebanyak 80 petugas untuk mengatur arus lalu lintas sekaligus mengamankan jalannya Solo Karnaval di Jalan Slamet Riyadi dan Jenderal Sudirman, Solo, Sabtu (21/2).

“Pada Sabtu malam nanti Jalan Slamet Riyadi dan Jendral Sudirman akan disterilkan mulai pukul 20.00 WIB hingga 22.00 WIB. Penutupan jalan mulai Ngapeman atau Hotel Novotel sampai Jalan Slamet Riyadi. Untuk Jendral Sudirman akan digunakan sebagai panggung utama Solo Karnaval,” kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dishubkominfo Pemkot Surakarta Sri Baskoro di Solo, Rabu.

Dia mengatakan Solo Karnaval yang melibatkan 270 penari profesional dan didukung oleh penari-penari amatir yang di Solo itu digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-270 Kota Solo sekaligus untuk pengembangan pariwisata budaya.

“Untuk pengamanan dan pengaturan lalu lintas ini selain dari petugas Dihubkominfo juga dibantu dari kepolisian, Linmas dan Satpol PP,” kata Sri Baskoro.

Ia mengatakan selain adanya penutupan jalan, Dishubkominfo juga menyediakan kantong-kantong parkir di sepanjang akses masuk menuju Jalan Slamet Riyadi. “Kantong parkir ada di Singosaren, Coyudan, BCA, PGS, dan sekitarnya seperti Benteng, Telkom, Balaikota,” paparnya.

Dikatakan dengan adanya kantong parkir tersebut, diharapkan bagi masyarakat yang ingin menyaksikan Solo Karnaval dapat memarkirkan kendaraannya di kantong-kantong parkir yang telah disediakan, dan tidak maju ke tengah sehingga mengganggu jalannya acara.

Kepala Dinas Kebudayaan dan pariwisata (Disbudpar) Pemkot Surakarta Eny Tyasni Suzana mengatakan di Jalan Jendral Sudirman nantinya, akan ditampilkan berbagai macam kesenian Jawa. Sekitar 270 penari profesional bakal unjuk gigi dalam kegiatan yang bertema Adeging Kutha Sala tersebut.

Ia mengatakan dengan tema ini, diharapkan masyarakat Kota Solo akan terbawa pada kenangan masa dahulu saat masa keemasan Paku Buwono (PB) II.

“Kami akan menggambarkan bagaimana terbentuknya Kota Solo pada zaman dahulu. Selain itu, kami juga akan menampilkan pertunjukan seni kolosal lainya,” katanya. (ant/BJ)

Advertisements