Home Headline Pemkot Semarang Prioritaskan Program Sekolah Swasta Gratis 2020 Mendatang

Pemkot Semarang Prioritaskan Program Sekolah Swasta Gratis 2020 Mendatang

435
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

SEMARANG, 12/11 (BeritaJateng.net) – Program sekolah swasta gratis yang dicanangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akan menjadi satu diantara beberapa prioritas program tahun anggaran 2020 mendatang.

Kebijakan ini akan berlaku untuk beberapa sekolah swasta mulai TK, SD, hingga SMP.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, Pemkot telah melakukan kajian terkait sekolah swasta yang akan mendapat anggaran operasional. Ada beberapa sekolah TK, SD, dan SMP yang bakal mendapatkan program sekolah swasta gratis.

“Kami akan mencoba ke arah embrio sekolah swasta gratis ada TK, SD, dan SMP swasta yang kami sudah tunjuk melalui kajian di pos APBD tahun depan sehingga warga bisa sekolah gratis,” tutur Hendi, sapaannya, Selasa.

Tak hanya sektor pendidikan yang menjadi prioritas, upaya peningkatan infrastruktur juga akan terus dilakukan dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia yang lebih baik. Untuk tahun 2020 mendatang, pihaknya mengusulkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2020 secara menyeluruh sekitar Rp 5,2 triliun.

“Perbaikan sekolah, jalan menuju sekolah, pasar, dan aktivitas ekonomi juga menjadi sebuah perhatian dan prioritas supaya alur aktivitas berjalan baik dan tidak terpengaruh karena rusaknya infrastruktur,” jelas Hendi.

Dikatakannya, pada 2020 nanti tidak ada proyek besar yang menggunakan APBD. Adapun beberapa proyek besar dikerjakan dengan sistem kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), seperti pengelolaan sampah energi listrik (PSEL), pengolahan air bersih, dan sebagainya.

“Saya pastikan yang sampah sudah dikerjakan tahun depan. Yang air bersih ini sudah mulai dikerjakan. Mudah-mudahan 2021 jadi sehingga mengurangi komplain terkiat PDAM yang sering mati,” paparnya.

Sementara itu, lanjut Hendi, Pemkot mengurungkan pembangunan proyek travelator yang melintang di sepanjang trotoar jalan Pemuda mulai Lawang Sewu hingga Paragon Mall. Hal ini lantaran keberadaan travelator nantinya akan menutup gedung-gedung di sepanjang kawasan Pemuda.

“Travelator tidak dilakukan karena setelah detail engineering desain (DED) disampaikan, travelator menutup gedung-gedung di kawasan pemuda. Karena itu, kami perbaiki saja trotoar-trotoar di Kota Semarang supaya orang-orang kebih senang dan nyaman berjalan kaki,” tambahnya. (EL)