Home Lintas Jateng Pemkot Semarang Kirim Relawan ke Banjarnegara

Pemkot Semarang Kirim Relawan ke Banjarnegara

Walikota Semarang. Foto/Ist

Semarang, 15/12 (Beritajateng.net) – Pemerintah Kota Semarang mengirimkan tim untuk membantu penanganan korban bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Sampang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

“Besok (16/12) pagi akan kami kirimkan temen-temen sebagai empati kepada ‘sedulur-sedulur’ kita yang sedang terkena bencana di Banjarnegara,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Semarang, Senin.

Hal itu diungkapkan Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi saat meninjau Pasar Bulu beserta jajaran terkait untuk memastikan kesiapan pasar yang baru selesai dibangun itu untuk ditempati pedagang.

Ia menyebutkan setidaknya ada 30 personel yang diberangkatkan untuk membantu korban tanah longsor di Banjarnegara, terdiri atas regu SAR (search and rescue) dan satuan polisi PP, dan tim medis.

“Tim ini akan melakukan penjajakan pertama dulu, kemudian menginformasikan. Kalau masih bisa berkelanjutan sampai 3-4 hari tidak masalah. Kalau masih membutuhkan bantuan, kami kirim kloter dua,” katanya.

Tim kecil tersebut, kata dia, akan menyalurkan bantuan dan melakukan penanganan yang diperlukan di lokasi bencana, sekaligus berkoordinasi dengan Pemkot Semarang jika memang membutuhkan bantuan tambahan personel.

Selain itu, Hendi mengatakan pihaknya juga menggalang donasi dari jajaran pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup Pemkot Semarang untuk membantu korban bencana tanah longsor di Banjarnegara.

“Bantuan akan kami salurkan, termasuk bantuan uang yang kami ‘collect’ (kumpulkan, red.) dari para PNS,” tukasnya.

Berdasarkan data sementara di Posko Induk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, jumlah korban meninggal akibat tanah longsor di Banjarnegara yang sudah ditemukan sebanyak 50 orang.

Ke-50 korban meninggal akibat tanah longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Banjarnegara, yang sudah ditemukan, terdiri atas 36 laki-laki dan 14 perempuan, serta lima di antaranya belum teridentifikasi.

Diperkirakan masih ada sekitar 58 korban lain yang masih tertimbun longsor.

Ada sekitar 2.000 relawan baik dari TNI/Polri, SAR, BPBD, dan Basarnas bahu membahu terlibat dalam pencarian korban bencana tanah longsor ini.(ant/ss)