Home Lintas Jateng Pemkot Semarang Ingin Tata PKL Kota Lama Layaknya IJ-Hallen Flea Market Amsterdam

Pemkot Semarang Ingin Tata PKL Kota Lama Layaknya IJ-Hallen Flea Market Amsterdam

Wakil walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat meninjau kondisi gudang Disdik provinsi Jateng yang akan digunakan sebagai tempat relokasi PKL.

Semarang, 11/10 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berencana memanfaatkan gedung milik Dinas Pendidikan Provinsi Jateng yang berada di depan Taman Garuda Kota Lama untuk dipergunakan sebagai pusat Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) dengan konsep seperti pasar indoor layaknya IJ-Hallen Flea Markets Amsterdam di Belanda.

Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu kepada BeritaJateng.net usai melakukan tinjauan di Kota Lama Semarang, Selasa (11/10) siang.

“Konsepnya kayak di Belanda ‘Sunday Market Amsterdam’ atau ‘IJ-Hallen Market Amsterdam’ layaknya pasar-pasar tapi di dalam gedung atau indoor,” ujar Ita sapaan akrab Hevearita.

Menurutnya, dua bangunan yang digunakan sebagai gudang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah ini telah mangkrak bertahun-tahun. “Pemkot Semarang sudah mendapatkan izin dari pak Gubernur untuk pemakaian gedung milik Disdik ini sebagai relokasi PKL kota lama,” katanya.

Kondisi gudang Disdik Prov Jateng yang akan digunakan sebagai tempat relokasi PKL Kota Lama.
Kondisi gudang Disdik Prov Jateng yang akan digunakan sebagai tempat relokasi PKL Kota Lama.

Tinjauan ke gedung tersebut, menurut  Ita, bertujuan untuk mengkaji konsep dan menelaah riil bentuk serta luas dua gudang berukuran 900 dan 600 meter persegi milik Disdik itu.

“Kalau dilihat sekilas, kapasitas pedagang yang masuk dalam gedung bisa mencapai lebih dari 100 pedagang. Bahkan seluruh PKL Padangrani bisa dimasukkan kesini karena jumlahnya hanya 30an. Tak hanya itu, akan kami kombinasikan PKL Padangrani dengan pedagang distro-distro khas Semarang dan kuliner yang sifatnya kering. Sehingga nantinya PKL yang berdiri disepanjang drainase dan sepadan jalan bisa masuk sini semua sehingga kota lama tepatnya diarea taman garuda bisa hidup dan ramai,” imbuhnya.

Ita memastikan, dua gudang tersebut akan dimanfaatkan Pemkot dan BP2KL untuk pusat PKL. “Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) Padangrani, Koca Kola dan pedagang disepanjang pedestrian dan drainase harus dipindah kesini. Tapi akan diatur sedemikian rupa berbentuk lapak-lapak yang cukup lebar dan tidak berdesak-desakan agar tempat tetap nyaman,” terangnya.

Ita menargetkan pada akhir Desember 2016 pedagang telah pindah kedalam tempat relokasi tersebut. “Setelah ini kami akan lakukan proses administrasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jateng. Secepatnya juga kami akan rangkul badan usaha dan perusahaan agar bisa membantu CSR untuk lapak-lapak pedagang,” katanya.

Tinjauan wakil walikota di gudang milik Disdik prov Jateng yang akan digunakan sebagai tempat relokasi PKL Kota lama.
Tinjauan wakil walikota di gudang milik Disdik prov Jateng yang akan digunakan sebagai tempat relokasi PKL Kota lama.

Menurut Ita, Pemkot tak ingin memberatkan pedagang. Ditempat relokasi tersebut, pedagang hanya perlu membayar PBB dan uang kebersihan saja setiap bulannya.

“Tak hanya pusat PKL saja, pemkot juga tengah merencanakan renovasi dan pemanfaatan gedung Oudetrap sebagai pusat informasi pariwisata yang dilengkapi dengan open stage pertunjukan di bagian belakang gedung. Kami harap pedagang bisa bekerjasama agar kawasan kota lama bisa tertata dengan baik dan menjadi destinasi wisata yang nyaman,” imbuhnya. (Bj05)