Home Lintas Jateng Pemkot Semarang Bentuk Holding Company Solusi Pemotongan DAU

Pemkot Semarang Bentuk Holding Company Solusi Pemotongan DAU

981
Wakil walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Semarang, 7/9 (BeritaJateng.net) – Pembentukan holding company (induk perusahaan) di lingkungan Pemkot Semarang merupakan salah satu solusi pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat.

Hal itu disampaikan Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu di Balaikota, Selasa (6/9). Menurutnya, pemotongan DAU mau tidak mau berpengaruh terhadap keberlangsungan pembangunan di daerah.

“Karenanya jika kita sudah memiliki induk perusahaan ini, maka tidak perlu khawatir lagi jika tahun depan ada pemotongan serupa,” terangnya.

Dijelaskan, saat ini pihaknya sedang intens menggodog Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Holding Company ini. Rapat koordinasi pimpinan dewan dengannya menyiratkan dalam dua hingga tiga bulan ke depan, rencana ini sudah masuk dalam Prolegda (Program Legislasi Daerah).

Dalam waktu dekat pimpinan dewan akan segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) induk perusahaan ini. Karenanya dengan pembahasan yang cukup intens, ia yakin di tahun 2017 nanti, holding company ini sudah beroperasi.

“Jika tahun depan sudah beroperasional maka tentunya akan menambah Pemasukan Asli Daerah (PAD) kita,” tukasnya.

Ita menambahkan beberapa perusahaan daerah yang dapat dirangkul dalam holding ini di antaranya adalah Perusahaan Daerah (PD) Pasar, Taman Margasatwa, percetakan, Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan juga Trans Semarang. Selain itu juga pemanfaatan asset daerah yang selama ini dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

Dengan adanya kerjasama tersebut, diakuinya pemasukan ke kas daerah tidak akan sebanyak jika pengelolaan dilakukan oleh perusahaan milik Pemkot sendiri. Adapun untuk PDAM dipastikannya tidak akan masuk dalam holding karena memiliki fungsi sosial begitu pula Bank Pasar yang terkait dengan kebijakan BI dan OJK.

“Adapun target peningkatan PAD-nya belum kami hitung, biar nanti pansus saja yang melakukan pemetaan potensinya,” tandasnya.

Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi menandaskan jika seharusnya induk perusahaan ini sudah dapat dibentuk sejak lama. Sebab, banyak potensi yang dapat ditangkap dan dikelola lebih optimal.

Salah satu contoh potensi yang dapat ditangkap, lanjut dia, adalah kerjasama dengan PT Pelindo III yang berkedudukan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Menurut dia, selama ini kerjasama itu tidak dapat dilakukan lantaran harus membentuk anak perusahaan sendiri.

“Kami mengharapkan bisa secepatnya ditetapkan tapi jangan lupa lakukan studi banding ke daerah yang sudah memiliki induk perusahaan serupa,” pungkasnya. (Bj05)

Advertisements

Comments are closed.