Home Lintas Jateng Pemkot Semarang Bakal Kelola Tiga Bangunan Kota Lama 

Pemkot Semarang Bakal Kelola Tiga Bangunan Kota Lama 

Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu (mbak Ita) saat meninjau kota lama Semarang.

Semarang, 14/9 (BeritaJateng.net) – Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, pemerintah kota setempat bakal mengelola tiga bangunan kuno yang ada di kawasan kota lama.

“Satu Gedung Oudetrap yang sudah dibeli dan menjadi milik Pemerintah Kota Semarang. Rencananya untuk galeri multifungsi,” kata Ita, sapaan akrab Hevearita di Semarang, Jawa Tengah.

Kemudian, kata dia, gedung milik PT Samudera Indonesia yang akan dipinjamkan kepada Pemkot Semarang dan dikelola sebagai Kantor Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang.

Ita yang juga Ketua BPK2L menjelaskan, gedung tersebut nantinya juga bakal dilengkapi dengan semacam posko untuk Satuan  Polisi Pamong Praja (PP) pariwisata untuk menjaga kawasan itu.

Gedung ketiga, kata dia, milik PT Telkom yang juga dipinjamkan kepada Pemkot Semarang untuk dijadikan sebagai galeri usaha kecil menengah (UKM) untuk mewadahi pengusaha kecil.

“(Dua gedung) Memang akan dipinjamkan, bukan disewa. Jadi, akan kami kelola dengan baik, di samping Gedung Oudetrap yang memang sudah menjadi aset Pemkot Semarang,” katanya.

Untuk gedung yang lain, Ita menyebutkan, masing-masing pemiliknya yang akan mengembangkannya, seperti dijadikan restoran, kafe maupun galeri seni untuk menyemarakkan kota lama.

Menurut dia, setiap pemilik gedung yang sudah diinventarisasi ditawari tiga opsi oleh Pemkot Semarang untuk pengelolaan aset miliknya, yakni dikelola secara pribadi atau dikerjasamakan.

“Mau dikelola pribadi silakan, dikerjasamakan silakan. Ketiga, ya, mereka sudah melepaskan, dalam arti menyerahkan pengelolaan, sebab perawatan bangunan cagar budaya memang mahal,” katanya.

Dari 105 bangunan cagar budaya di kota lama yang berhasil diinventarisasi, lanjut dia, sudah ada 50 pemilik bangunan yang bersedia mengoptimalkan aset gedung kuno yang dimiliknya.

“Di antaranya, PT Rajawali Nusindo akan memanfaatkan gedungnya, kemudian gedung milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN) juga. Gedung bekas kantor BTPN rencananya mau dijadikan hotel,” katanya. (Bj05)

Advertisements