Home Lintas Jateng Pemkot Semarang Bakal Jadikan Taman di Kota Lama Jadi Taman Percontohan

Pemkot Semarang Bakal Jadikan Taman di Kota Lama Jadi Taman Percontohan

Wakil wali kota Semarang Hevearita Gubaryanti Rahayu menunjukkan dokumentasi contoh taman yang tertata asri usai melakukan kunjungan ke Surabaya,.

Semarang, 28/8 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kota Semarang bakal meniru Pemerintah Kota Surabaya dalam pengelolaan taman kota agar lebih tertata asri dengan menjadikan kawasan Kota Lama sebagai percontohan.

“Kami beberapa waktu lalu kunjungan kerja ke Surabaya bersama jajaran camat. Kami terkesan dengan penataan Surabaya,” kata Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu di Semarang, Jumat.

Di antaranya, kata dia, pengelolaan taman kota yang benar-benar dioptimalkan sehingga terlihat selalu bersih, tertata, dan terpelihara, berbeda dengan taman-taman kota yang ada di Kota Semarang.

Menurut dia, taman kota terbagi atas taman aktif yang bisa digunakan masyarakat untuk beraktivitas dan berinteraksi sosial, serta taman pasif yang hanya sebagai ruang terbuka hijau (RTH).

Ita, sapaan akrab Hevearita mengatakan peran petugas linmas (perlindungan masyarakat) dalam menjaga aset-aset Pemkot Surabaya juga diberi porsi khusus, termasuk aset yang ada di taman-taman kota.

“Mereka diberi nama ‘pasukan odong-odong’. Ya, tugasnya menyisir jalur-jalur pedestrian, taman, dan sebagainya. Jadi, kursi, lampu, tong sampah, dan sebagainya yang ada di taman terjaga,” katanya.

Sebab, kata dia, keberadaan aset-aset yang ada di taman kota rawan disalah gunakan, bahkan bisa juga dicuri, sebagaimana terjadi di Taman Diponegoro Semarang yang kursinya hilang dicuri orang.

Untuk itulah, kata dia, Pemkot Semarang segera mengadopsi langkah yang dilakukan Pemkot Surabaya dalam menata taman, yakni Taman Srigunting dan Taman Garuda yang ada di kawasan Kota Lama.

“Kalau di sana (Surabaya, red.), setiap taman ada satu pimpinan unit pelaksana teknis dinas (UPTD). Nanti, di Taman Srigunting dan Taman Garuda juga seperti itu, namun bukan UPTD,” katanya.

Yang jelas, kata Ita, ada penanggung jawab khusus terhadap pengelolaan dua taman yang baru selesai direvitalisasi itu, termasuk kebersihan hingga penataan dan penjagaan aset yang ada di taman itu.

“Selain itu, tidak bisa dilupakan adalah peran serta masyarakat dalam menjaga taman. Masyarakat harus ikut menjaga kebersihan dan aset-aset yang ada di taman sehingga tetap bersih dan asri,” pungkasnya. (Bj05)