Home Ekbis Pemkot Semarang Akan Bentuk Holding Company

Pemkot Semarang Akan Bentuk Holding Company

Wakil walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Mbak Ita.

SEMARANG, 22/7 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kota Semarang dalam waktu dekat ini akan membentuk Holding Company, sebuah badan usaha utama yang membawahi beberapa perusahaan yang tergabung ke dalam satu grup perusahaan. Langkah seperti ini diketahui telah dipraktekkan di sejumlah kota besar lainnya di Indonesia.

“Sebenarnya ini adalah harapan Walikota sejak periode lalu untuk membentuk induk perusahaan. Tujuannya agar bisa menampung segala potensi di Kota Semarang,” ungkap Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti saat dihubungi, Jumat (21/7).

Mbak Ita, sapaan akrab Wakil Wali Kota- menjelaskan, sebagai ibukota Jawa Tengah, Kota Semarang memiliki potensi yang luar biasa. Terlebih lagi lantaran lokasinya yang berada di tengah pulau Jawa, tentu dilewati oleh berbagai peluang usaha dari daerah lainnya.

“Dengan adanya induk perusahaan, diharapkan kita mampu menangkap peluang itu,” imbuhnya.

Beberapa peluang yang dimaksud, lanjut dia, antara lain dalam bidang industri, pariwisata, migas, dan lain sebagainya. Ia mengakui, beberapa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dimiliki Pemkot Semarang saat ini belum mampu menampung potensi yang ada.

“Karenanya, harus segera dimasukkan dalam Prolegda (program legislasi daerah).Alhamdulillah, dari BPP (Badan Pembentukan Perda) DPRD Kota Semarang memberikan reaksi yang positif dan akan diproses dalam waktu mendatang,” jelas mantan Direktur Utama PT Sarana Patra Hulu Cepu (SPHC), salah satu BUMD milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu.

Disinggung target pembentukan induk perusahaan tersebut, Ita menyatakan bahwa jika dapat masuk pada Prolegda 2016 maka diharapkan pada 2017 perusahaan dapat langsung berjalan. Menurutnya, untuk membuat induk perusahaan relatif mudah sebab perusahaan tidak berdiri sendiri melainkan sebagai wadah bagi anak perusahaan lainnya.

“Visi misi kami adalah meningkatkan PAD (pendapatan asli daerah) selain memberikan kesejahteraan warga Kota Semarang. Saya rasa tujuan dari BUMD adalah seperti itu. Itulah kenapa kekayaan dipisahkan dari daerah supaya bisa bekerja profesional,” tukasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi menyatakan bahwa Kota Semarang seharusnya telah memiliki holding company sejak lama. Sebab, banyak potensi yang dapat ditangkap dan dikelola lebih optimal.

“Dengan adanya induk perusahaan, diharapkan dapat mengakomodir badan usaha lainnya,” katanya.

Salah satu contoh potensi yang dapat ditangkap, lanjut dia, adalah kerjasama dengan PT Pelindo III yang berkedudukan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Menurut dia, selama ini kerjasama itu tidak dapat dilakukan lantaran harus membentuk anak perusahaan sendiri.

“Pasti akan meningkatkan PAD, di samping dari sisi SDM (sumber daya manusia) bisa mengurangi angka pengangguran,” sambung politikus PDI Perjuangan itu optimistis.

Tidak jauh beda dengan Wakil Wali Kota, Supriyadi juga berharap pembahasan tentang pembentukan holding company ini dapat dipercepat dan ditindaklanjuti. Sehingga kemudian dapat disahkan dalam rapat paripurna.

“Kami mengharapkan bisa secepatnya ditetapkan,” tukasnya seraya mengaku tidak lupa melakukan studi banding terlebih dahulu ke sejumlah daerah yang berhasil menerapkan holding company. (BJ13)