Home Lintas Jateng Pemkot Semarang Ajukan Tiga Raperda

Pemkot Semarang Ajukan Tiga Raperda

image

Semarang, 24/11 (Beritajateng.net) – Pemerintah Kota Semarang mengajukan tiga rancangan peraturan daerah kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setempat untuk mengoptimalkan pendapatan daerah.

“Ada tiga raperda yang diajukan eksekutif,” kata Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kota Semarang Wachid Nurmiyanto, usai rapat paripurna DPRD Kota Semarang, Senin.

Ketiga raperda itu yakni raperda perusahaan daerah aneka usaha Kota Semarang, raperda rencana induk pembangunan kepariwisataan 2015-2025, dan raperda tambahan penyertaan modal BUMD Kota Semarang.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang itu mengatakan ketiga raperda itu diharapkan bisa lebih memperkuat posisi pemerintah dalam program kegiatan bisnis, seperti raperda penyertaan modal.

“Kalau untuk raperda rencana induk kepariwisataan Kota Semarang 2015-2025, tentunya bisa menguatkan peran pemerintah dalam pengelolaan potensi kepariwisataan di Kota Semarang,” ungkapnya.

Khusus untuk raperda penyertaan modal, Wachid mengingatkan perusahaan-perusahaan daerah wajib memiliki rencana bisnis yang matang saat mengajukan penyertaan modal kepada Pemkot Semarang.

Setelah diajukan dalam rapat paripurna, kata dia, ketiga raperda tersebut selanjutnya akan dibahas dan digodok pada masing-masing panitia khusus (pansus) yang dibentuk DPRD Kota Semarang.

Sementara itu, Direktur Perusahaan Daerah Percetakan Kota Semarang Fajar Akriana menjelaskan raperda perusda aneka usaha Kota Semarang yang diusulkan didasari terus berkembangnya teknologi dan informasi.

“Bagi Perusda Percetakan, kemajuan teknologi dan inovasi di dunia percetakan terus berkembang sehingga kami tertinggal dengan pihak swasta. Selama ini, kami terkendala dengan permodalan,” katanya.

Untuk menyokong permodalan, kata dia, selama ini memerlukan berbagai proses yang harus dilewati, terutama persetujuan dari DPRD yang memerlukan waktu yang lama sehingga peluang-peluang sering terlepas.

“Tujuan akhir dari raperda ini, ada pengembangan bisnis dari kami selain usaha percetakan. Raperda ini juga mengatur masuknya Perusa Percetakan ke dalam unit usaha Perusda Aneka Usaha,” pungkasnya.(ant/pj)