Home Lintas Jateng Pemkot Salatiga Rutin Pantau Peredaran Daging di Pasar

Pemkot Salatiga Rutin Pantau Peredaran Daging di Pasar

image

Salatiga, 27/5 (Beritajateng.net)-Wali Kota Salatiga Yuliyanto menegaskan bahwa untuk mencegah peredaran daging tidak layak konsumsi, petugas dari Dinas Pertanian dan Peternakan rutin mengadakan pantauan terhadap peredaran daging di Kota Salatiga. Demikian tuturnya dalam acara Publik Awareness Direktorat Kesmavet Dan Pascapanen di halaman kantor wali kota.

Yuliyanto juga bersyukur karena rumah pemotongan hewan (RPH) Salatiga menjadi RPH percontohan.”Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Salatiga sangat bangga karena RPH Salatiga ditunjuk sebagai RPH percontohan di tingkat Nasional mewakili Provinsi Jawa Tengah. Perlu saya sampaikan, bahwa fasilitas yang tersedia di RPH Salatiga antara lain kandang penampung/ istirahat hewan, ruang pemotongan, ruang pendingin/ pelayuan (Chilling Room), ruang pelepasan daging (Deboning Room), ruang pembekuan cepat (Blast Freezer), ruang penyimpanan beku (Cold Storage) dan mobil pengangkut daging berpendingin. Dengan fasilitas yang ada, saya yakin daging yang dihasilkan akan menjadi daging yang aman, sehat utuh dan halal (ASUH),” ujarnya.

Kegiatan tersebut diisi dengan dialog interaktif dengan pemateri Direktur Kesmavet dan Pascapanen Kementerian Pertanian, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, Dosen Undip serta Wali kota Salatiga.

Peran Pemerintah dalam mendukung tersedianya bahan asal hewan khususnya daging, salah satunya adalah dengan menyediakan RPH yang berdesain dan memenuhi syarat tertentu dan berfungsi sebagai tempat memotong hewan bagi konsumsi masyarakat umum.

“Sebenarnya, kapasitas pemotongan sapi di RPH Salatiga sebanyak 30-50 ekor/ hari, tetapi realitanya jumlah pemotongan yang dilakukan di RPH Salatiga hanya 10-12 ekor/ hari dikarenakan adanya RPH di sekitar Kota Salatiga. Dengan adanya kegiatan ini, saya harapkan masyarakat baik produsen dan konsumen dapat memahami dan mengetahui bhawa RPH Salatiga mempunyai berbagai fasilitas yang tidak dipunyai RPH lainnya. Sehingga mendorong, para pelaku usaha di bidang pemotongan hewan untuk memotong hewannya di RPH Salatiga,” terang Yuliyanto.(salatigakota.go.id)