Home Lintas Jateng Pemkot Kebut Pembenahan Kota Lama Untuk Sambut Kedatangan Perdana Menteri Belanda

Pemkot Kebut Pembenahan Kota Lama Untuk Sambut Kedatangan Perdana Menteri Belanda

Pemkot Kebut Pembenahan Kota Lama Untuk Sambut Kedatangan Perdana Menteri Belanda

SEMARANG, 8/11 (BeritaJateng.net) – Beberapa titik di kawasan Kota Lama Semarang mendapat perhatian khusus pembenahan seperti saluran drainase di Jalan Empu Tantular, pavingisasi Jalan Merak, revitalisasi gedung PT Samudra Indonesia dan lainnya. Hal ini guna menyambut kedatangan Perdana Menteri Belanda dan Singapura, 22 November 2016 mendatang.

“Bersama dinas terkait kami survei apa saja yang akan kita benahi, PM Belanda akan hadir 22 November dan PM Singapura setelah kunjungan ke Kawasan Industri Kendal akan mampir juga ke Kota Lama,” terang Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, di Kota Lama, Senin (7/10).

Saat survei, masih ditemui beberapa lapak pedagang kaki lima, pemukiman liar dan tembok-tembok gedung tua belum dibenahi, serta beberapa tanaman hias taman yang tak rapi. Pihaknya akan mengebut sampai sebelum kunjungan PM Belanda tiba.

Wakil walikota Semarang meninjau kota lama sekaligus mengevaluasi kinerja Dinas di kota lama
Wakil walikota Semarang meninjau kota lama sekaligus mengevaluasi kinerja Dinas di kota lama

Kunjungan PM Belanda, dikatakannya sebagai tindak lanjut akan program bantuan yang akan diberikan untuk revitalisasi bangunan Kota Lama dan penanganan banjir di Polder Banger.

“Karena ada kaitan hubungan dengan beberapa bangunan bersejarah, maka pemerintah Belanda dengan Pemkot Semarang akan melakukan Letter of Intent (perjanjian kerjasama) terkait bantuan tersebut setelah kunjungan,” tambahnya.

Perdana Menteri Belanda sedianya akan mengunjungi Gereja Blenduk, Art Gallery Semarang, dan Polder Banger. Dengan kegiatan utama yakni mengisi seminar terkait revitalisasi dan water treatment management di Polder Banger. Mereka akan datang bersama beberapa menteri dan 15 pengusaha Belanda.

“Terkait bantuan Kota Lama dan Polder Banger sementara masih berupa asistensi tenaga ahli yang membantu dalam pembuatan Detail Enginering Design (DED) berbasis masyarakat melalui badan pengelola Sima. Jadi sementara melalui pembentukan institusinya sebelum dana bantuan diterima,” katanya.

Selanjutnya, rencana bantuan yang akan diberikan berkisar pendanaan sebesar Rp 1,5 miliar pertahun. Bantuan akan digunakan untuk revitalisasi Kota Lama sebagai aset menuju living herritage untuk diakui sebagai bangunan bersejarah warisan dunia UNESCO.

“Konsep living heritage sedang kita persiapkan dokumen-dokumennya, karena harus lengkap seperti keterlibatan pemberdayaan warga Kota Lama. Kita akan studi banding ke Malaka karena sejak 2000 an sudah diterapkan UNESCO kita akan mencontoh apa saja tahapan untuk menjadi word heritage di Kota Lama di 2020,” tuturnya. (Bj)