Home Lintas Jateng Pemkot Giatkan Karya Bakti Massal Resik-resik Kota Lama

Pemkot Giatkan Karya Bakti Massal Resik-resik Kota Lama

Pemkot giatkan resik-resik kota lama

Semarang, 13/11 (BeritaJateng.net) – Lebih dari 1000 peserta yang terdiri dari berbagai elemen pemerintah mengikuti Karya Bakti Massal Resik-resik Kota Lama, Minggu (13/11) pagi.

Dimulai dengan apel pagi, setiap sudut di Kawasan Kota Lama dibersihkan secara gotong royong. Mulai dari selokan, rumput, sampah, hingga pengecatan dan penanaman bunga dan pohon.

Tampak Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menaiki crane milik Dinas Kebersihan dan Pertamanan dan memangkas pohon dan tumbuhan yang menjalar di dinding bangunan heritage kota lama.

p_20161113_070505“Dulu pernah kita awali dengan resik-resik bersama pada awal tahun lalu, ternyata hari ini Pemkot Semarang beserta seluruh elemen pemerintah menindaklanjutinya dengan karya bakti massal resik-resik kota lama,” ujar Ganjar.

Menurutnya, kegiatan karya bakti merupakan tindakan konkrit pemerintah dalam menghidupkan kembali kota lama. “Harapan semua bisa ditata. Ibarat kapster salon, pemkot saat ini mencoba memakeover kota lama. Ya seperti pagi ini, ranting-ranting pohon di potong, tembok yang dicoret-coret di cat ulang seperti di bedaki biar cantik sehingga nantinya bisa membuat wisatawan tertarik datang,” imbuhnya.

p_20161113_072036Orang nomor satu di Jawa Tengah ini menekankan pentingnya ruang terbuka hijau di area kota lama. “Saya ingin nanti digerakkan penghijauan, para arsitektur landscape nantinya harus membuat disini benar-benar menjadi area hijau. Terbayang ndak, kalau dikiri kanan banyak tanaman dengan penyangganya, dan setiap pengunjung merasa dingin disini,” katanya.

Ganjar berharap seluruh unsur masyarakat bisa ikut terlibat, merasa memiliki dan turut menjaga kebersihan di kota lama.

Sementara itu, Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BP2KL) yang sekaligusmerupakan ¬†Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan, kegiatan karya bakti massal resik-resik kota lama sebagai tindaklanjut program revitalisasi kota lama sekaligus menghidupkan kembali kota lama dan pariwisatanya khususnya terkait ‘tentative list’ World Heritage Unesco.

“Satu persatu kami benahi, mulai dari pembersihan dari PKL liar, perbaikan infrastruktur jalan dan pavingisasi, perbaikan saluran drainase, hingga penghijauan. Bahkan kami bersyukur pemerintah provinsi dan pemerintah pusat turut mensupport, termasuk penggunaan beberapa gedung untuk jadi pusat PKL kota lama,” katanya.

Karya bakti massal resik-resik kota lama melibatkan banyak elemen pemerintah, di antaranya Polrestabes, Kodim, Lanal, SKPD, bhayangkari, Tim Penggerak PKK, Pramuka, komunitas-komunitas. (Bj)

Comments are closed.