Home Lintas Jateng Pemkot Berupaya Tambah TPU Baru

Pemkot Berupaya Tambah TPU Baru

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

*Diprediksi Rentang Empat Tahun TPU Penuh

Semarang, 4/8 (BeritaJateng.net) – Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang dikelola Pemerintah Kota Semarang diprediksi dalam rentang waktu kurang dari empat tahun kedepan tidak mampu lagi menampung warga yang telah meninggal.

Pernyataan ini disampaikan Kabid Pemakaman Dinas Tata Kota dan Pemukiman (DTKP) Kota Semarang Agus Salim.

“Setiap tahun jumlah warga yang meninggal terus bertambah. Di tahun 2013 jumlahnya 4.628 jiwa, 2014 5.867 jiwa dan hingga Juli 2015 lalu jumlah orang meninggal sudah mencapai 3.015 orang,” terangnya.

Menurutnya, dengan luasan lahan TPU milik Pemkot saat ini, bukan tidak mungkin kurang dari empat tahun seluruh pemakaman umum akan penuh.

Dari 528 TPU yang ada di Kota Semarang, hanya 15 di antaranya yang dikelola oleh Pemkot. TPU yang besar di antaranya Bergota 1 dan 2, Trunojoyo dan juga TPU Sompok. TPU Bergota memiliki luas total 30 hektar namun hanya 2 hektar yang dikelola Pemkot. Adapun TPU Trunojoyo memiliki luas 2,5 Ha dan TPU Sompok 1,5 Ha.

“Sisanya memang ada TPU yang dikelola Pemkot namun kecil-kecil. Adapun TPU lain ada yang dikelola warga setempat,” tukasnya.

Kepala DTKP Kota Semarang Agus Riyanto mengakui pihaknya terus mengupayakan penambahan jumlah dan luasan TPU baru. Namun banyak kendala yang dihadapi di antaranya penolakan warga sekitar terhadap pembukaan lahan untuk makam di sekitar mereka.

Untuk itu, pihaknya mengupayakan agar para pengembang perumahan mematuhi aturan yang berlaku yakni menyediakan lahan 20 persen dari lahan total mereka untuk digunakan sebagai fasum dan fasos. Dari total lahan tersebut, sekitar 2 persen di antaranya, wajib digunakan sebagai TPU.

“Dan ini cukup efektif karena pengembang merespon positif. BSB bahkan sudah menyediakan 20 hektar dari lahan yang mereka kembangkan khusus untuk TPU dan akan diserahkan ke Pemkot, begitupun Graha Padma akan menyerahkan 2 Ha lahan di kawasan Tugu juga khusus untuk areal pemakaman,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga akan mengajak serta para pengembang kecil untuk bersama-sama membeli lahan guna membuat TPU. Dengan demikian, kewajiban mereka memberikan 20 persen lahan untuk fasum/fasos tetap dapat terpenuhi.

“Kami akan upayakan para pengembang kecil ini bareng-bareng membeli lahan untuk TPU di satu tempat sehingga fasum/fasos mereka nantinya tidak terpisah-pisah. Kan memang ada pengembang kecil yang hanya mengembangkan lahan di bawah 1 ha sehingga fasum/fasosnya juga kecil. Jika demikian, ada baiknya mereka bersatu sesama pengembang kecil lainnya,” pungkasnya. (Bj05)