Home Ekbis Pemkab Pekalongan Pantau Penjualan Elpiji 3 Kilogram

Pemkab Pekalongan Pantau Penjualan Elpiji 3 Kilogram

image
Ilustrasi

Pekalongan, 28/11 (Beritajateng.net)– Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, terus memantau penjualan harga elpiji tabung 3 kilogram terkait dengan naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Kepala Sub-Bagian Sumber Daya Alam Bagian Perekonomian Kabupaten Pekalongan, Arief Rahman di Pekalongan, Jumat, mengatakan bahwa pemkab akan memberikan sanksi tegas terhadap pihak terkait yang menjual elpiji 3 kilogram di atas harga eceran tertinggi (HET).

“Sanksi ini bisa berupa teguran hingga penutupan usaha, tergantung pada bobot kesalahan yang dilakukan oleh pelaku usaha itu,” tukasnya.

Menurut dia, ketentuan HET elpiji 3 kilogram tertuang dalam Keputusan Bupati Pekalongan Nomor 511.1/359 Tahun 2014 tentang Penetapan HET Gas Tabung 3 Kilogram di Tingkat Konsumen sebesar Rp16 ribu per tabung.

“Jika ketentuan tersebut dilanggar oleh para pelaku usaha elpiji maka kami tidak segan-segan akan memberikan sanksi tegas,” ucapnya.

Ia mengatakan sesuai keputusan bupati, HET ditetapkan sebesar Rp16 ribu per tabung dengan rincian harga elpiji oleh Pertamina Rp11.550 per tabung, agen Rp12.750, penyalur pangkalan Rp14 ribu, dan konsumen Rp16 ribu per tabung.

“Oleh karena itu, semua pangkalan dan pengecer elpiji harus memasang dan mencantumkan HET agar diketahui oleh konsumen dan agen,” tuturnya.

Pengecer elpiji, Agus Romi mengatakan harga elpiji 3 kilogram pada tingkat pengecer sudah mencapai Rp17 ribu per tabung atau naik Rp1.000 per tabung jika dibanding harga sebelumnya Rp16 ribu per tabung.

“Kenaikan harga elpiji 3 kilogram ini dipicu naiknya harga BBM bersubsidi. Saat ini, harga gas subsidi pemerintah tersebut mencapai Rp17.000 di tingkat pengecer,” ungkpanya.(ant/pj)