Home Lintas Jateng Pemkab Kudus Diminta Hitung Biaya Antisipasi Banjir

Pemkab Kudus Diminta Hitung Biaya Antisipasi Banjir

382

Kudus, 31/12 (Beritajateng.net) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Pemerintah Kabupaten Kudus menghitung biaya yang dibutuhkan untuk antisipasi banjir di Kecamatan Jati, Kudus menyusul selesainya proyek peninggian Jalan Lingkar Kudus.

“Kami tidak ingin ketika jalan sudah bagus ternyata berdampak banjir terhadap daerah lainnya,” ujarnya di sela peninjauan hasil peninggian Jalan Lingkar Kudus di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus, Rabu.

Untuk mengatur limpahan air ketika musim hujan, kata dia, pemda setempat diminta membuat rancangan pengaturan air limpasan guna mengurangi risiko banjir.

Hal itu, kata dia, bisa dilakukan lewat kerja sama dengan Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Serang Lusi Juwana (BPSDA Seluna).

“Setidaknya tingkat volume air yang berpotensi menggenangi kawasan sekitar bisa dikalkulasi dengan disesuaikan kondisi curah hujan sehingga kapasitas peralatan yang ada idealnya juga bisa ditentukan,” ujarnya.

Untuk itu, kata dia, dibutuhkan seorang desainer untuk membuat rancangan pengaturan potensi limpahan air banjir agar Pemprov Jateng juga bisa ikut membantu dalam penganggaran.

Apalagi, kata dia, bangunan polder pengendali banjir yang ada saat ini hanya berkapasitas 300 liter per detik.

“Pemerintah pusat cukup serius melihat kondisi di Jateng, apalagi akibat kerusakan karena bencana alam,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, dalam waktu dekat ada agenda pembahasan APBN Perubahan 2015 yang biasanya dilakukan pada awal Februari 2015 sehingga hal itu bisa diupayakan.

“Harapannya proses pembuatan desainnya bisa diselesaikan pada bulan Januari 2015 sehingga secepatnya bisa diusulkan kepada pemerintah pusat,” ujarnya.

Jika usulannya bisa disampaikan lebih awal, kata dia, peluang mendapatkan dukungan anggaran dari pusat juga lebih besar.

Setidaknya, kata dia, ketika pembagian dana penganggarannya sudah diketahui, penanganannya juga lebih cepat dituntaskan.

Alternatif lainnya, kata dia, lewat penganggaran pemerintah daerah melalui APBD Perubahan.

Pembahasan APBD Perubahan di daerah, kata dia, biasanya dimulai pada pertengahan tahun.

Bupati Kudus Musthofa yang ikut mendampingi kunjungan Ganjar Pranowo mengaku siap untuk menindaklanjuti proses pembuatan desain untuk mengatur air limpahan di kawasan Desa Jati Wetan.

Hal itu, kata dia, diserahkan kepada Dinas Bina Marga Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Kudus untuk membuatnya sekaligus menghitung nilai anggarannya.

“Harapannya memang ada bantuan penganggaran dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Biaya peninggian Jalan Lingkar Kudus, tepatnya di depan Terminal Induk Jati Kudus, mencapai Rp18 miliar yang merupakan anggaran dari pemerintah pusat.

Meskipun kegiatan peninggian jalan sudah selesai menyusul sudah bisa dilalui kendaraan, tampak masih terlihat sejumlah pekerja yang melakukan pembersihan material dan penyelesaian beberapa bagian yang belum sempurna. (Ant/BJ)