Home Ekbis Pemkab Kediri Bentuk Tim Pengawas Pupuk

Pemkab Kediri Bentuk Tim Pengawas Pupuk

Pupuk

Kediri, 14/3 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, membentuk tim pengawas pupuk untuk memantau alokasi serta penggunaan pupuk di lapangan, guna mencegah terjadinya praktik kecurangan pembelian pupuk.

“Kami membentuk komisi pengawas pupuk dan pestisida,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kediri Widodo Imam Santoso dikonfirmasi terkait dengan pemantauan peredaran pupuk di Kediri, Sabtu.

Ia mengatakan bahwa tim itu merupakan petugas dari dinas pertanian. Mereka bertugas mengawasi serta memantau alokasi pupuk dan penggunaannya serta memantau stok di lapangan. Ia tidak berharap, terjadi kelangkaan pupuk, terutama saat kebutuhan pupuk tinggi saat musim tanam.

Ia menegaskan bahwa pihaknya menjamin ketersediaan pupuk bagi petani yang ada di daerah ini. Pemerintah daerah juga sudah mendapatkan alokasi pupuk dari Gubernur Jatim untuk kebutuhan musim tanam ini.

Untuk pupuk jenis urea plafonnya 54.513 ton, SP-36 4.824 ton, ZA 35.789 ton, NPK 38.824 ton, dan organik 24.401 ton. Stok itu diperkirakan mencukupi untuk kebutuhan pupuk di daerah ini. Luas lahan pertanian yang ada di kabupaten sekitar 53 ribu hektare yang tersebar di 26 kecamatan wilayah daerah ini.

Imam juga mengatakan stok itu sudah dirancang saat awal pengajuan RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok) yang dibahas masing-masing kelompok tani. Setiap kelompok tani mengajukan kebutuhan pupuk untuk tanamannya dan diajukan ke dinas. Dari pengajuan itu, diverifikasi lagi kebutuhan kelompok berdasarkan luas lahannya serta kebutuhan ideal lalu diberi alokasi.

Di sejumlah daerah sudah mulai tanam padi pascapanen raya yang rata-rata dimulai pada akhir Februari serta awal Maret. Para petani membutuhkan pupuk untuk memupuk tanaman mereka, katanya.

“Kami sudah siapkan semua, agar musim tanam tidak terjadi masalah pupuk,” katanya.

Walaupun sudah ada RDKK sebagai acuan kebutuhan pupuk di kabupaten, Imam mengatakan dalam praktiknya kebutuhan itu bisa berganti. Penyebabnya pun juga beragam, seperti karena bencana alam banjir. Petani terpaksa menanam kembali tanaman mereka dan memberi pupuk kembali, sebab tanaman mereka rusak terkena banjir.

Untuk mengatasi hal demikian Imam mengatakan sudah membuat kebijakan dengan adanya realokasi. Hal itu dilakukan dengan mendata kembali kebutuhan dan jika terdapat kelebihan ataupun kekurangan bisa dialokasikan ke daerah lain yang membutuhkan.

Disinggung tentanga adanya dugaan oknum nakal yang memperjualbelikan pupuk di luar RDKK, sehingga terjadi kelangkaan pupuk, Imam mengatakan hal itu bisa saja terjadi. Namun, tim pengawas akan turun dan memberikan sanksi yang tegas jika hal itu benar terjadi.

Ia berharap dalam panen raya di tahun ini tidak terjadi kelangkaan pupuk dan petani mendapatkan pupuk sesuai dengan kebutuhan. Pihaknya pun juga siap akan mengajukan kembali ke Gubernur Jatim terkait dengan kebutuhan pupuk jika diperlukan. (ant/BJ)