Pemkab Demak Tekan Stunting Hingga 11,16 Persen Di Tahun 2024

DEMAK – Stunting berpotensi memperlambat perkembangan otak, dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar, dan risiko serangan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, hingga obesitas.

Hal tersebut disampaikan Kabid Kesehatan Masyarakat Sri Puji Astuti dalam paparannya pada Rapat Koordinasi Penurunan Stunting di Lokus Desa Prioritas di Kabupaten Demak Tahun 2024, Jum’at (29/09/23) bertempat di Ruang Pertemuan Bappelitbangda.

Sri Puji Astuti menjelaskan, upaya yang harus dilakukan dalam rangka pencegahan stunting diantaranya, memberikan tablet tambah darah pada remaja, cakupan sanitasi layak, kehadiran Posyandu Balita, serta ibu hamil kekurangan energi kronis harus ditangani karena akan melahirkan anak resiko stunting.

“Pola asuh juga menjadi faktor terpenting dalam penurunan angka stunting bukan hanya soal gizi saja, misalnya pemberian ASI eksklusif, IMD (Inisiasi Menyusui Dini), Pemberian makanab tambahan untuk ibu hamil, dan masih banyak lainnya. Itu harus dicermati bersama”, kata Sri Puji Astuti.

Sementara, Kepala Bappelitbangda Masbahatun Niamah menyampaikan, setiap OPD yang terlibat dalam penanganan stunting tidak boleh abai dan cuek. Semua harus kompak, dan saling berkoordinasi

Target dan capaian prevelensi stunting di kabupaten Demak dari tahun 2023 sebesar 15 % dan target tahun 2024 sebesar 11,16%. “kita semata-mata tidak mengejar target, namun melakukan strategi. Upaya apa saja yang akan dilakukan di Tahun 2024 bisa turun diangka 11,16 %”, kata Masbahatun Niamah.

“Harapannya kedepan di tahun 2024 prevalensi stunting di Demak bisa lebih menurun lagi”, pungkasnya.(kom)

Leave a Reply