Home Lintas Jateng Pemkab Cilacap Siapkan Lahan Relokasi Warga

Pemkab Cilacap Siapkan Lahan Relokasi Warga

Cilacap, 28/12 (Beritajateng.net) – Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, segera menyiapkan lahan relokasi bagi warga Dusun Cijinjing, Desa Cibeunying, yang terancam longsor akibat adanya gerakan tanah.

“Rencana relokasi sudah dimulai lewat BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah). Ada bantuan dari BPBD Provinsi Jateng sebesar Rp15 juta per keluarga,” kata Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji di Cilacap, Minggu.

Menurut dia, pihaknya dalam menyiapkan lahan relokasi bagi warga Dusun Cijinjing, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, belajar dari pengalaman relokasi korban longsor di Desa Ujungbarang, Kecamatan Majenang, yang sempat tertunda lebih dari satu tahun.

Dalam hal ini, kata dia, relokasi korban longsor di Desa Ujungbarang menggunakan cara tukar guling tanah dengan lahan milik Perhutani sedangkan untuk Dusun Cijinjing akan dilakukan dengan cara membeli tanah warga.

“Pola tukar guling itu tidak akan terulang kembali. Akan beli sendiri,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap Supriyanto mengatakan bahwa relokasi bagi warga Dusun Cijinjing akan dilakukan setelah ada hasil kajian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Menurut dia, pihaknya tidak bisa tiba-tiba melakukan relokasi tanpa ada hasil kajian PVMBG terhadap kondisi tanah di Dusun Cijinjing.

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa pihaknya tetap menyiapkan lahan bakal tempat relokasi tersebut.

“Kemarin sudah kita komunikasikan dengan camat dan kepala desa, mereka harus sepakat dulu kalau wilayah itu betul-betul dinyatakan daerah rentan. Tentu, ini menjadi dasar kita untuk mengajukan ke BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dan BPBD Provinsi,” katanya.

Menurut dia, pihaknya akan mengajukan usulan relokasi ke BNPB jika hasil kajian PVMBG menyatakan bahwa Dusun Cijinjing benar-benar memiliki potensi longsor yang tinggi.

Lebih lanjut, dia mengatakan jika terjadi longsor yang besar di Dusun Cijinjing, material longsorannya akan menutup aliran Sungai Cijalu sehingga dapat menggenangi tujuh desa di bawahnya, antara lain Cilopadang, Mulyasari, dan desa-desa yang sempat tergenang banjir pekan lalu.

Dia mengakui jika dilihat dari mahkotanya (puncak longsoran), longsor yang kemungkinan dapat terjadi di Dusun Cijinjing mirip dengan bencana longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara.

“Hanya bedanya, di sana (Dusun Cijinjing) ada pohon sebagai penguat. Kalau sisi konturnya sama dengan Banjarnegara, hanya saja di Banjarnegara rata-rata tumbuhan semusim, kalau yang di Cijinjing juga semusim, saya kira sama,” jelasnya.

Disinggung mengenai jumlah warga Dusun Cijinjing yang mengungsi, dia mengatakan bahwa berdasarkan data Sabtu (27/12) malam, tercatat sebanyak 119 jiwa atau 20 keluarga yang mengungsi ke masjid atau tempat-tempat lain yang aman.

Sementara jumlah warga yang terancam, kata dia, sebanyak 199 jiwa atau 34 keluarga.

“Pergerakan tanahnya sangat cepat. Beberapa hari lalu hanya empat rumah yang rusak, data terakhir telah ada tujuh rumah yang rusak,” katanya. (Ant/BJ)