Home News Update Pemkab Bantul Cegah Perilaku Buang Sampah Sembarangan

Pemkab Bantul Cegah Perilaku Buang Sampah Sembarangan

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Bantul, 21/2 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus berupaya mencegah perilaku masyarakat buang sampah tidak pada tempatnya dengan memasang spanduk larangan buang sampah di beberapa titik di tepi jalan raya.

“Terutama di beberapa titik sepanjang jalan lingkar selatan yang banyak terdapat tumpukan sampah ‘liar’ itu kami pasangi tulisan larangan buang sampah sembarangan setelah lokasinya kami bersihkan,” kata Kepala UPT Kebersihan, Persampahan, Pertamanan dan Pemakaman Pemkab Bantul, Surono, Sabtu.

Menurut dia, setidaknya ada beberapa titik di tepi jalan raya jalan lingkar selatan yang dipasangi larangan buang sampah, sebab di spot-spot tersebut bukan merupakan tempat pembuangan sampah, namun sering diabaikan warga maupun pengguna jalan.

“Awalnya sampah hanya sedikit, namun dari hari ke hari makin banyak, entah karena ada warga yang sengaja membuang sampah di situ, ada juga pengguna jalan yang ikut buang sampah, karena mengira tempat sampah,” katanya.

Oleh sebab itu, diharapkan papan larangan membuang sampah di tepi jalan raya bisa mencegah atau tidak terjadi lagi perilaku buang sampah ‘sembarangan’ yang dapat mengganggu pemandangan dan mengurangi kenyamanan dalam berkendara.

“Sebenarnya sudah ada Peraturan Daerah (Perda)-nya yang mengatur itu, sehingga yang melanggar bisa ditindak, namun itu wewenang Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), sementara dari kami hanya mencegah,” kata Surono.

Sementara itu, menurut dia, untuk mengangkut tumpukan sampah liar yang ada di sepanjang jalan lingkar selatan maupun sejumlah ruas jalan di Bantul, pihaknya mengerahkan empat truk guna mengevakuasi sampah ke TPA Sampah Piyungan.

Ia mengatakan, dalam beberapa hari sekali setidaknya empat armada pengangkut sampah yang diterjunkan itu tidak jarang terisi penuh sampah, dan lokasi tumpukan sampah yang dievakuasi biasanya benar-benar bersih ketika sudah seminggu.

“Terumata saat musim liburan sampah lebih banyak, bisa meningkat seratus persen dari biasanya, misalnya dua hari diambil sekali, namun saat liburan bisa setiap hari, sampah didominasi plastik, organik dan sampah rumah tangga,” katanya. (ant/BJ)