Home Lintas Jateng Pemkab Bantul Belum Pastikan Lahan Relokasi Tambak Mencukupi

Pemkab Bantul Belum Pastikan Lahan Relokasi Tambak Mencukupi

image
Ilustrasi

Bantul, 7/1 (Beritajateng.net) – Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, belum dapat memastikan lahan yang disiapkan di Wonoroto Desa Gadingsari untuk relokasi tambak udang dapat menampung seluruh petambak yang ditertibkan tersebut.

“Ini masih menjadi pemikiran kami, saya sendiri masih juga belum tahu kalau misalnya nanti lahan untuk relokasi tambak udang tidak mencukupi,” kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul, Tri Saktiyana di Bantul, Rabu.

Menurut dia, lahan relokasi yang disiapkan di Wonoroto seluas 32 hektare diakui tidak sebanding dengan banyaknya tambak udang tidak berizin di pesisir selatan yang ditertibkan awal tahun ini, meski begitu pihaknya belum memiliki gagasan untuk mensiasati minimnya lahan relokasi itu.

“Lahan relokasi di Wonoroto memang minim, di sana sudah berdiri sejumlah tambak udang milik warga, sedangkan untuk calon relokasi juga harus ada sarana infrastruktur penunjang seperti akses jalan juga membutuhkan tempat khusus,” katanya.

Tri Saktiyana mengatakan, karena minimnya lahan relokasi tersebut, maka pihaknya akan selektif ketika merelokasi tambak udang tidak berizin, dan yang menjadi prioritas adalah para pemilik tambak yang merupakan warga asli Bantul.

“Dalam relokasi nanti para petambak yang semula memiliki tambak seluas satu hektare belum tentu akan mendapatkan lahan yang sama, mungkin satu kolam seluas seribu meter persegi digunakan untuk beberapa orang,” katanya.

Ia mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan warga serta pamong Desa Gadingsari, Sanden terkait rencana relokasi tambak udang tersebut, meski begitu pihaknya belum menentukan target kapan relokasi mulai dilaksanakan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Riyantono mengatakan, mengakui lahan relokasi di wilayah Wonoroto memang kurang, sebagai solusinya, pemerintah bersama dinas terkait saat ini sedang berusaha mencari lahan relokasi baru selain Wonoroto.

“Kalau bisa nanti minimal satu kecamatan ada satu lahan relokasi, karena konsep kami terkait tambak udang ini bukan penutupan melainkan penataan,” kata Toni sapaan akrabnya.(ant/Bj02)

Advertisements