Home Lintas Jateng Pemerintah Pusat Kucurkan Rp26 Miliar Guna Renovasi Viaduct Gilingan Solo

Pemerintah Pusat Kucurkan Rp26 Miliar Guna Renovasi Viaduct Gilingan Solo

image
Solo, 18/3 (Beritajateng.net) – Pemerintah Pusat mengucurkan dana sebesar Rp26 miliar untuk renovasi viaduct (jalan terowongan,red.) Gilingan, Solo, yang pembangunannya akan dimulai tahun ini.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Pemkot Surakarta Yosca Herman Sudrajad di Solo, Rabu, mengatakan nilai dana yang dikucurkan Pemerintah Pusat sebesar Rp26 miliar tersebut hanya 40 persen dari kebutuhan total senilai Rp60 miliar.

“Kami sudah mengajukan dana Rp60 miliar untuk pembangunan Viaduct Gilingan. Namun, tahun ini melalui APBN 2015 hanya turun Rp26 miliar. Ya tetap kami kerjakan,” katanya.

Ia mengatakan berdasarkan analisa Dishubkominfo Pemkot Surakarta, tingkat kepadatan lalu lintas di sana sangat tinggi. Apalagi, sejumlah bus antar kota antar provinsi (AKAP) dan antar kota dalam provinsi (AKDP) melintas di sana. Seringkali, AC bus-bus tersebut menyangkut di “viaduct” sehingga menambah macet area itu.

Dikatakan rencananya pembangunan tersebut, untuk tanah di sana akan diperdalam sesuai dengan aturan yang ada dan kebutuhan. “Kami akan memperdalam Viaduct Gilingan setinggi 4,5 meter dari aturan minimal 4,2 meter. Dengan demikian, kami harus mengeruk hingga tiga meter. Selain itu, viaduct juga akan dilengkapi dengan tempat penampungan air hujan di bawah jalan raya,” katanya.

Sesuai perencanaan, penurunan jalan menuju viaduct akan diperpanjang hingga 100 meter baik di sisi barat maupun timur. Langkah itu dilakukan untuk menghindari jalan yang terlalu curam sehingga bisa lebih aman bagi para pengguna jalan.

Soal tempat atau bak penampungan air hujan, Yosca mengaku masih melakukan kajian dengan mempertimbangkan permukaan air Sungai Bengawan Solo. Pasalnya, air itu nantinya dibuang ke sungai sehingga tidak menggenangi viaduct.

Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, menambahkan viaduct menjadi prioritas untuk dibangun. Mengingat tingkat kepadatan lalu lintas serta banyaknya bus yang tersangkut di sana.

“Untuk ini kami ajukan dana ke pusat untuk pembangunan viaduct dan sejumlah flyover. Ya semuanya mendesak, terutama viaduct dan flyover Purwosari,” katanya.

Selain wilayah Purwosari, juga mengajukan dana untuk pembangunan flyover Hotel Agas, Pasar Nongko, Pasar Ledoksari, dan Palang Joglo. Pasalnya, perlintasan sebidang itu tingkat kecelakaan tinggi sehingga perlu adanya pembangunan flyover yang memisahkan jalur kereta api dan kendaraan roda dua dan empat.(ant/BJ)