Home Headline Pemerintah Dinilai Lamban Atasi Banjir Dan Rob di Sayung 

Pemerintah Dinilai Lamban Atasi Banjir Dan Rob di Sayung 

Wakil ketua Komisi VI DPR RI Bowo Sidik Pangarso menggunakan perahu karet saat melakukan kunjungan banjir di desa Sayung, Kabupaten Demak.
**Sudah Tiga bulan terendam banjir itu sudah kategori Darurat bencana, harusnya pemerintah pusat turun tangan mengatasi bencana banjir
      Demak, 21/2 (Beritajateng.net) – Kondisi Desa Sayung yang kini masih terendam banjir nampaknya menjadi perhatian khusus dikalangan anggota DPR RI, mereka menilai seperti terjadi pembiaran terhadap bencana yang terjadi hampir setiap tahun ini, baik dari pemerintah Kabupaten, Provinsi maupun Pemerintah pusat.
       Menurut Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Bowo Sidik Pangarso, saat melakukan kunjungan ke Desa Sayung, Kabupaten Demak, mengatakan, jika Sayung merupakan daerah yang menjadi langganan banjir dan air pasang (rob) setiap tahunnya, hal ini dikarenakan sendimentasi tanah yang cukup tinggi.
       Solusi untuk mengatasi banjir dan rob di Sayung sebenarnya tergantung niat dari pemerintah kabupaten Demak dan Provinsi Jawa Tengah untuk serius mengatasi bencana tersebut.
        “Saya prihatin dengan kondisi Sayung, jika memang pemerintah Kabupaten dan Provinsi serasa tidak sanggup silakan minta bantuan ke Pemerintah pusat,” tegas Bowo.
       Banjir yang terjadi hampir tiga bulan lamanya ini, menurutnya sudah merupakan kejadian yang luar biasa dan bisa dikatakan darurat, mengingat ada 6 ribu kepala keluarga yang rumahnya tergenang banjir.
       “Setelah dari sini saya akan berkoordinasi dengan kementerian PU dan BUMN untuk mengatasi banjir yang menggenangi 14 desa ini, menurut saya yang paling efesien adalah pembuatan rumah pompa itu yang paling tepat,” papar politikus Golkar ini.
        Sementara itu menurut Kepala Desa Sayung, Munawir menjelaskan untuk saat ini warganya sangat membutuhkan tindakan nyata dari pemerintah, bukan hanya janji-janji saja setiap kali berbicara dengan masyarakat saat berkunjung di lokasi banjir.
        “Sekarang ini warga kami tidak butuh mie tetapi butuh solusi untuk mengatasi banjir ini, kami sudah bosan dengan banjir,” pungkas Munawir. (BW/El)