Home Ekbis Pemda Blora Gelar Panen Cabai Perdana 

Pemda Blora Gelar Panen Cabai Perdana 

Bupati Djoko Nugroho didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora, Reni Miharti menggelar panen perdana cabai merah keriting.
         BLORA, 23/2 (BeritaJateng.net) – Bupati Djoko Nugroho didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora, Reni Miharti menggelar panen perdana cabai merah keriting di Desa Purworejo, Kecamatan Blora yang merupakan binaan program Coorporate Social Responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI).
         Bertempat di lahan demplot seluas 1500 meter persegi milik anggota Kelompok Tani Sumber Rejeki bernama manggar, panen yang dihadiri langsung oleh Kepala BI Perwakilan Jawa Tengah Hamid Ponco Wibowo itu berlangsung lancar di bawah terik sinar matahari. Total luas lahan yang dipanen mencapai 4 hektar.
        Bupati Djoko Nugroho mengucapkan terimakasih kepada BI yang telah bersedia mengucurkan program sosial berupa pendampingan pertanian cabai merah terintegrasi peternakan sapi di Desa Purworejo. Ia meminta agar kelompok tani bisa memanfaatkan program sosial dari BI tersebut.
          “Alhamdulillah panen cabai binaan BI ini hasilnya bagus dan harganya masih bagus. Semoga berkah untuk para petani. Saya minta petani di Desa Purworejo untuk tenanan (serius-jawa) dalam mengikuti program dari BI ini. Karena dengan program seperti ini bisa meningkatkan pendapatan petani. Apalagi proses penanamannya ramah lingkungan, serba organik baik pupuk maupun pestisidanya,” terangnya usai memetik cabai Jumat (23/2/2018).
         Untuk harga cabai merah keriting sendiri saat ini sekitar Rp 24 ribu sampai Rp 27 ribu per kilonya.
Sementara itu, Kepala BI Jateng Hamid Ponco Wibowo menerangkan bahwa program CSR pengembangan pertanian cabai merah terintegrasi ternak sapi di Desa Purworejo ini merupakan salah satu upaya BI untuk membantu peningkatan perekonomian petani di daerah.
          “Pertumbuhan ekonomi nasional sangat dipengaruhi sektor pertanian. Seperti di Kabupaten Blora ini yang didominasi pertanian menjadikan kami tertarik untuk ikut mengembangkan. Pengembangan dilakukan secara alami dengan mengintegrasikan antara peternakan sapi potong yang ada di desa dengan pertanian cabai merah keriting,” terangnya.
         Terintegrasi sendiri merupakan metode pengolahan kotoran dari hasil peternakan sapi diolah menjadi pupuk organik guna kebutuhan pemupukan dan pestisida cabai. Sehingga biaya produksi pertanian cabai bisa lebih hemat namun harga jualnya tinggi karena ditanam secara organik.
(MN/El)