Home Headline Pembuatan Paspor ke Timur Tengah Diperketat

Pembuatan Paspor ke Timur Tengah Diperketat

image
Ilustrasi

Semarang, 4/4 (BeritaJateng.net) – Kantor Imigrasi kelas 1 Semarang memperketat pembuatan paspor terutama untuk tujuan Timur Tengah. Hal ini dilakukan mengingat maraknya   isu WNI yang ke luar negari dan bergabung dengan ISIS.

Proses pembuatan paspor tersebut sesuai dengan edaran Kantor Imigrasi Pusat agar setiap pembuatan paspor lebih waspada, salah satunya dengan wawancara mendalam dan kelengkapan berkas.

“Sebenarnya proses pembuatan paspor memang masih standar sesuai dengan mekanisme seperti biasanya, namun sejak ada edaran dari Kantor Imigrasi Pusat, proses imigrasi diperketat dengan proses wawancara dan kelengkapan berkas-berkas,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Semarang, Abdul Gafur, Sabtu (4/4).

Ia menjelaskan, dalam proses wawancara paspor tujuan Timur Tengah khususnya lebih diperketat, misalnya menanyakan tujuan ke Timur Tengah untuk hal apa dan sebagainya.

Menurutnya, walaupun di Semarang sendiri belum ada kasus WNI yang bergabung dengan ISIS, namun sesuai surat edaran Kantor Imigrasi Pusat, pihaknya akan lebih memperketat lagi pembuatan paspor untuk tujuan negara tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan menyangkut ISIS.

“Sampai saat ini pembuatan paspor ke Timur Tengah untuk keperluan umroh dan haji tetap harus selektif, dari rekomendasi dari agen travelumroh dan sampai saat ini belum di temui pembuatan paspor untuk tujuan mencurigakan,” katanya.

Sementara itu, ditempat yang sama Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Imigrasi Kelas 1 Semarang, Muh. Asrofah menjelaskan, selama ini pembuatan paspor ke Timur Tengah kebanyakan untuk keperluan umroh dan mahasiswa yang belajar disana.

Pihaknya mengaku akan lebih selektif lagi untuk pembuatan paspor tujuan Timur Tengah. Meskipun begitu, lanjutnya, pihaknya  tidak mengetahui peruntukan sebenarnya untuk apa.

“Kita mengeluarkan paspor ini untuk dokumentasi perjalanan ke luar negeri jadi tidak bisa menunda atau menolak paspor yang tidak mencurigakan, kami tidak akan membuatkan paspor apabila ada larangan cekal ataupun perintah untuk tidak membuatkan paspor kepada seseorang yang telah dicurigai,” ungkapnya. (BJ05)