Home Headline Pembongkaran Pasar Kemijen Sempat Kisruh 

Pembongkaran Pasar Kemijen Sempat Kisruh 

1892
Pembongkaran Pasar Kemijen Oleh Satpol PP Kota Semarang Sempat Kisruh 

SEMARANG, 18/2 (BeritaJateng.net) – Meski sempat bersitegang dengan ormas Pemuda Pancasila yang meminta pembongkaran pasar Kemijen diundur hingga lebaran, namun Satpol PP tetap pada keputusannya.

Satpol PP yang dipimpin langsung Kasat Pol Fajar Purwoto ini tetap membongkar lapak-lapak dan kios pedagang yang berdiri di jembatan dan bahu jalan.

Satu persatu lapak dan peralatan pedagang diangkut ke dalam truk Satpol PP. Tidak ada perlawanan baik dari ormas Pemuda Pancasila maupun pedagang.

Pembongkaran Pasar Kemijen ini menindaklanjuti dari penertiban sebelumnya yang sempat tertunda karena ormas Pemuda Pancasila yang dipercaya pedagang meminta waktu.

“Pada 3 Januari lalu sempat kita tertibkan namun kita undur hari ini karena ada permintaan dari pedagang melalui ormas Pemuda Pancasila,” ujar Fajar Purwoto disela-sela pembongkaran, Senin (17/2).

Pembongkaran yang melibatkan Polrestabes Semarang, Kodim 0733/BS Semarang, Koramil, Polsek Semarang Timur, Dinas Perdagangan, Camat Semarang Timur dan Lurah Kemijen ini merupakan kesepakatan bersama pada penertiban sebelumnya.

“Pada penertiban 3 Januari 2020 lalu kita sudah sepakat kalau pembongkaran akan dilaksanakan pada 17 Februari 2020. Maka kita tidak ada kompromi lagi,” tandasnya.

Menanggapi sempat ada penolakan dari Ormas Satpol PP, Fajar Purwoto menegaskan ormas Pemuda Pancasila bukan menolak tapi meminta waktu lagi sampai lebaran.

“Bukan menolak pembongkaran tapi pedagang melalui Ormas Pemuda Pancasila meminta waktu lagi sampai lebaran. Tapi karena sudah ada kesepakatan ya tetap kita lakukan pembongkaran hari ini,” tandasnya lagi.

Penertiban lanjut Fajar, diperioritaskan pada pedagang yang menggelar lapak di jembatan karena akan dibongkar oleh BBWS terkait dengan proyek normalisasi Banjir Kanal Timur.

“Penertiban diperioritaskan pada pedagang yang ada di jembatan karena akan dibongkar BBWS kaitannya dengan proyek normalisasi Banjir Kanal Timur,” tambah Fajar.

Sementara para pedagang yang ada di sebantaran sungai gang masuk Sedompyong bersedia akan membongkar sendiri.

“Para pedagang akan membongkar sendiri, tapi kalau tidak sesuai dengan janjinya, kita akan bongkar,” tandas Fajar.

Sementara itu perwakilan ormas Pemuda Pancasila Setyawan menegaskan akan mendukung program pemerintah demi kebaikan Kota Semarang.

“Namun demikian kami meminta kepada Pemkot Semarang untuk menyiapkan tempat relokasi, jangam sampai ada pedagang yang tidak mendapatkan tempat untuk jualan,” ujar Setyawan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah, penertiban pasar Kemijen berlangsung aman, tertib dan tanpa ada masalah. Pihaknya juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemkot Semarang yang melakukan penertiban berjalan dengan baik, tidak melanggar norma-norma kemanusiaan.

“Selanjutnya kita akan melakukan pengawasan terhadap jalannya relokasi pedagang ke Pasar Rejomulyo, apakah sudah sesuai dengan yang ditetapkan Pemkot Semarang atau tidak,” tandas Setyawan. (El)