Home Hukum dan Kriminal Pembobolan Rp 8 Miliar Diduga Terkait Kasus Lama

Pembobolan Rp 8 Miliar Diduga Terkait Kasus Lama

Semarang, 23/12 (BeritaJateng.Net) – Kasus pembobolan rekening milik sebuah keluarga di Bank Mandiri sebesar Rp8 miliar yang dilaporkan ke Polrestabes Semarang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu diduga berkaitan dengan kasus serupa yang sudah dilaporkan sebelumnya.

Pelapor kasus pembobolan milik keluarga tersebut, Widiyanto Agung Widodo (49), warga Jalan Teuku Umar Nomor 105 A Tinjomoyo, Semarang, Minggu, mengatakan, pada tahun 2005 telah dilaporkan kasus pembobolan rekening bernilai miliaran rupiah ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah.

Menurut dia, kasus yang dilaporkan tersebut berkaitan dengan warisan KPH Soemoharmanto, paman Tien Soeharto (istri mantan Presiden Soeharto).

Widiyanto merupakan anak Sri Rahayu binti Soemoharmanto, salah satu pewaris harta KPH Soemoharmanto.

“Sudah sekitar sembilan tahun kasus tersebut tidak juga selesai,” katanya.

Padahal, lanjut dia, sudah ada tersangka yang ditetapkan dalam perkara itu.

Ia menduga ada kesamaan pelaku dan modus dalam kasus sembilan tahun lalu itu dengan laporan pembobolan rekening milik ibunya yang dilaporkan sebulan lalu itu.

Ia meminta pihak Bank Mandiri terbuka dan memberikan seluruh data berkaitan dengan kasus pembobolan yang dilaporkan ke Polrestabes itu.

Menurut dia, banyak kejanggalan dan ketidaklengkapan dalam cetak buku yang diberikan Bank Mandiri.

Sebelumnya, Widiyanto Agung Widodo (49) warga Jalan Teuku Umar Nomor 105 A, Tinjomoyo, Semarang, Jawa Tengah melaporkan ke Polisi atas dugaan pembobolan rekening milik keluarganya di Bank Mandiri sebesar Rp8 miliar.

“Rekening itu atas nama ibu saya Sri Rahayu binti Soemoharmanto yang sudah meninggal,” kata Widiyanto.

Widiyanto melaporkan dugaan pencurian terhadap rekening yang sudah diwariskan kepada dirinya dan ketiga adiknya itu.

Dalam laporannya ke polisi, ia melaporkan TS (44) yang tidak lain adiknya sendiri sebagai orang yang bertanggung jawab atas raibnya uang sebanyak itu.

Dugaan itu, menurut dia, didasarkan atas catatan transaksi di buku rekening di mana seluruh penarikannya dilakukan oleh TS yang tidak lain petinggi PT Semarang Makmur.

Pejabat Sementara Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang Komisaris Sukiyono mengatakan perkara ini masih dalam penyelidikan.

Ia mengakui tentang prosedur membuka rekening nasabah yaang harus memperoleh izin dari Bank Indonesia. (ant/pri)