Home News Update Pemberian THR Maksimal Satu Minggu Sebelum Lebaran

Pemberian THR Maksimal Satu Minggu Sebelum Lebaran

Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jawa Tengah Wika Bintang.

SEMARANG, 23/6 (BeritaJateng.Net) – Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jawa Tengah Wika Bintang menegaskan, pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) harus sudah diberikan kepada karyawan maksimal satu minggu sebelum lebaran tiba. Hal ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada karyawan untuk mempersiapkan lebaran lebih dini.

“Sesuai dengan Peraturan Menteri tenaga Kerja No. 20 Th 2016 dan SE No 1 Tahun 2016, ditekankan kepada para pengusaha untuk memberikan THR maksimal satu minggu sebelum hari H,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis (23/6).

Wika menjelaskan, besaran THR sesuai yang tertuang dalam Permen dan SE tersebut adalah satu kali gaji untuk karyawan yang memiliki masa kerja satu sampai dengan empat tahun. Sedangkan untuk masa kerja lima hingga enam tahun besaran THRnya adalah satu kali gaji ditambah dengan 30 persen. Sementara itu untuk karyawan dengan masa kerja tujuh tahun keatas mendapat THR sebesar satu kali gaji ditambah 50 persen.

“Mulai tahun ini ada ketentuan bagi pekerja yang belum genap satu tahun sudah berhak mendapatkan THR yang besarannya adalah satu kali gaji dibagi berapa bulan masa kerja,” katanya.

Apabila ada pengusaha yang merasa keberatan dengan besaran THR dan waktu pemberiannya, jelas Wika Bintang, mereka bisa mengajukan keberatan ke Dinas Tenaga Kerja kabupaten/kota atau ke Disnakertransduk Provinsi Jateng jalan Pahlawan Semarang.

“Pelanggaran atas permen dan SE tersebut akan dikenakan sangsi seperti teguran tertulis sampai penerapan denda sebesar lima persen,” jelasnya.

Dia menambahkan, berdasarkan pantauan yang dilakukan pihaknya, sampai sekarang belum ada pengusaha yang merasa keberatan dengan penerapan besaran THR dan waktu pemberian seperti ketentuan.

Posko Pengaduan

Sementara itu guna memberikan perlindungan kepada tenaga kerja agar mendapatkan haknya berupa THR yang diperoleh satu tahun sekali, Disnakertransduk Jateng mulai hari ini membuka posko pengaduan yang bertempat di Kantor Disnakertransduk Jateng Jalan Pahlawan Semarang dan dia berharap pekerja untuk memanfaatkan posko tersebut sebaik baiknya.

“Bagi para pekerja yang mengalami hambatan untuk mendapatkan THR saya minta tidak segan segan melapor di posko yang kami buka atau ke Disnaker kabupaten/kota terdekat,” bebernya.

Pada kesempatan berbeda, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Ferry Wawan Cahyono mengatakan, THR merupakan hak yang harus diterima para pekerja atas pengabdiannya kepada perusahaan selama ini. Oleh karena itu dia mengharapkan agar para pengusaha menepati peraturan yang ada.

“Saya tekankan agar hak pekerja ini diberikan sesuai dengan ketentua yang ada,” ungkapnya.

Disisi lain politisi Partai Golkar ini menegaskan agar Pemprov Jateng dalam hal ini Disnakertransduk bisa berperan dengan baik sebagai pengawas guna memastikan agar para pengusaha menepati kewajibannya terhadap para pekerja karena sangat membantu kebutuhan pekerja selama lebaran. (BJ13)