Home Headline Pembelian Gedung Gambir Harus Transparan

Pembelian Gedung Gambir Harus Transparan

Salah satu sudut Kota lama. Foto/Ist

Semarang, 5/1 (Beritajateng.net) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang meminta pemerintah kota setempat transparan dalam pembelian Gedung Oudetrap atau lebih dikenal sebagai Gedung Gambir.

“Kami akan klarifikasi kepada Wali Kota dalam Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) dan pertanggung jawaban anggaran nanti,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Agung Budi Margono di Semarang, Senin.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menjelaskan ada mekanisme dalam pembelian aset, termasuk appraisal (penaksiran) harus dibuka agar semuanya tahu karena uang rakyat yang digunakan.

Namun, ia tidak mau tergesa-gesa mengambil kesimpulan atas pembelian gedung bersejarah itu sebelum melakukan klarifikasi, sebab semua akan terungkap dalam LKPJ dan laporan anggaran.

“Tapi kalau Komisi terkait mau mempertanyakan itu, bisa saja dilakukan ke dinas terkait. Termasuk fungsinya, Pemkot Semarang harus memberikan keterangan jelas kepada masyarakat,” katanya.

Agung mencontohkan, mulai dari proses pembelian, mekanisme, dan peruntukannya gedung tersebut setelah dibeli harus dijelaskan kepada masyarakat untuk menjawab pertanyaan dan keresahan publik.

Sebelumnya, Pemkot Semarang telah resmi membeli salah satu gedung tua di Kota Lama, yakni Gedung Oudetrap atau Gedung Gambir yang terletak di Jalan Taman Srigunting Nomor 3B Semarang senilai Rp8 triliun.

Sekretaris Daerah Kota Semarang Adi Trihananto membenarkan pembelian gedung tersebut setelah diakukan kajian-kajian, termasuk mengenai harga senilai Rp8 miliar sudah melalui proses appraisal.

“Sebenarnya ada dua gedung yang kami tawar. Satu Gedung Oudetrap dan satunya gedung lainnya, tetapi yang gedung satu penawarannya terlalu tinggi. Jadi, kami beli Oudetrap dan sudah dibayar,” tukasnya.

Untuk peruntukannya, Adi belum bersedia menjelaskan secara detail, tetapi yang jelas pembelian gedung kuno tersebut berkaitan dengan upaya pengembangan kawasan Kota Lama Semarang.

“Dalam pengembangan kawasan Kota Lama, kami selama ini kan terkendala kepemilikan gedung. Dengan sudah dimilikinya gedung itu, kami harapkan pengembangannya lebih optimal,” katanya.

Selain itu, Adi menjelaskan pengembangan kawasan Kota Lama Semarang juga bisa dimaksudkan memancing investor untuk berinvestasi dan mengembangkan aset-aset yang ada di kawasan tersebut.(ant/Bj02)