Home Ekbis Pembekalan Digital Marketing Bagi Puluhan UKM di Semarang

Pembekalan Digital Marketing Bagi Puluhan UKM di Semarang

Semarang,14/5 (BeritaJateng.net) – Persaingan dunia usaha dan Usaha Kecil Menengah (UKM) semakin ketat, terlebih di era digital saat ini. Untuk tetap bisa bersaing, puluhan ibu-ibu yang mempunyai UKM di Semarang, diberikan pembekalan tentang penguatan produk, termasuk juga ilmu digital marketing.

Pembekalan dengan sasaran ibu-ibu tersebut dilakukan karena sebagian besar mereka masih lemah dibidang marketing digital. Sebab tidak sedikit UKM rumahan yang mempunyai produk bagus masih bingung dalam menampilkan produknya lebih menarik kepada pembeli atau masyarakat.

“Usaha dari rumah tetap bisa professional. Punya usaha dari rumah bukan berarti murahan. Usaha kecil bukan seadanya. Kita berikan edukasi, memulai usaha, membangun usaha, hingga cara mengemas produk secara digital agar eyecatching. Karena banyak yang terjadi sudah punya usaha jalannya itu itu saja, bisa buat produk bagus tidak bisa jualan,” terang founder Womenpreneur Community, Irma Sustika disela-sela Workshop Women Empowerment Berdaya dan Berkarya di Semarang.

Pembekalan ini dilakukan untuk mendukung program Presiden Joko Widodo, agar UKM-UKM dapat mempunyai daya saing karena mampu menopang perekonomian negara, bahkan saat terjadi krisis global.

Salah satu pembekalan yang diberikan adalah edukasi smartphone fotografi produk. Karena dengan dukungan foto produk yang bagus diyakini bakal mampu menjual produknya dengan maksimal.

“Banyak juga yang memfoto produknya masih asal-asalan. Di lantai, dicucian jemuran, gelap pencahayaanya dan lain sebagainya. Dengan foto seadanya, mereka tidak percaya diri dan akhirnya usahanya stagnan,” jelasnya.

Selanjutnya, dukungan foto produk yang bagus turut dirasakan oleh pemilik UKM rumahan Sambel Sedep Oma di Semarang, Felicia Wenny. Wenny mengaku dengan kemasan foto produk yang menarik mampu meningkatkan penjualannya hingga 50 persen lebih.

“Dulu saya ya foto produk, seadanya. Karena tidak tahu ya jualannya gitu-gitu saja. Sekarang sudah lumayan. Saat ini yang dijual visual, gambarnya. Belum menjual produknya. Orang tertarik dengan gambar dulu. Sebagus-bagusnya produk kalau visualnya tidak menarik pasti tidak akan laku,” ungkapnya.

Wenny mengaku, dengan pembekalan ini diyakini UKM di Semarang akan mampu bersaing dengan produk-produk luar lainya.

Seperti diketahui, berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM, pada tahun 2015 terdapat sebanyak 52 juta pelaku UKM yang ada di seluruh Indonesia. Dari angka tersebut, 60 persen UKM dijalankan oleh perempuan khususnya ibu-ibu dengan rentang usia 25 hingga 50 tahun.(BJ06)