Home Headline Pembayaran Tidak Cair Ahli Waris Ancam Tetap Segel Sekolah

Pembayaran Tidak Cair Ahli Waris Ancam Tetap Segel Sekolah

SD DISEGEL AHLI WARIS 070

Semarang, 18/2 (BeritaJateng.net) – Menunggu sejak tahun 1974 tentunya waktu yang sangat lama, bagi ahli waris untuk mendapatkan ganti rugi tanah senilai lebih kurang Rp2,5 milyar. Selama 40 tahun menunggu namun tidak kunjung juga mendapatkan pelunasan dari pemerintah Kota Semarang.

Dengan penjagaan Aparat Kepolisian proses negoisasi berlangsung, pihak Dinas Pendidikan Kota Semarang menginginkan proses belajar mengajar tetap berjalan.

“Setelah ini saya segera menghadap ke pak sekda agar data segera terselesaikan,” ungkap Bunyamin Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang dilokasi.

Walau merasa tidak tega melihat murid SD Pakintelan 03, tidak bisa melakukan belajar mengajar, namun pihak ahli waris pemilik tanah yang merasa dirugikan terpaksa memperingatkan Pemerintah Kota Semarang yang dianggap lalai memenuhi kewajibannya membayar ganti rugi tanah.

“Ini satu-satunya jalan yang saya tempuh agar pemerintah tahu,” ungkap Dul Saptono ahli waris pemilik tanah.

Sengketa tanah tanah yang di miliki almarhum Soerehat Nin Soekiminberawal dari tukar guling tanah di tahun 1974, sebagai gantinya mendapatkan tanah bengkok.

Namun pada perkembangnya ahli waris selalu gagal mensertifikasi tanah bengkok hingga timbul sengketa dimana ahli waris meminta kembali lahan yang sekarang berdiri SD negeri Pakintelan 03.

Setelah melalui pertemuan pihak pihak ahli waris dan Pemerintah Kota Semarang disepakati ganti rugi, pihak ahli waris di beri buku tabungan dan minta menunggu hingga tanggal 8 Februari. Setelah ditunggu pembayaran juga tidak kunjung muncul.

“Masih kosong buku tabungannya,” ujar Dul.

Bahkan ahli waris mengancam akan tetap menyegel sekolah dengan gembok jika pembayaran ganti rugi tanah tidak segera di bayarkan.

”Kalau sampai Senin tidak segera di bayar ya kami ahli waris tetap menyegel sampai menunggu pembayaran ganti rugi,” ungkap Dul (BJ15)