Home Lintas Jateng Pembangunan Tol Semarang-Batang, 140 Bidang Tanah Kembangarum Kena Dampak

Pembangunan Tol Semarang-Batang, 140 Bidang Tanah Kembangarum Kena Dampak

Pembangunan Tol Semarang-Batang, 140 Bidang Tanah Kembangarum Kena Dampak

Semarang, 8/12 (BeritaJateng.net) – Warga di kelurahan Kembangarum sepakat mendukung pembangunan ruas Tol Batang-Semarang Seksi II dengan memberikan lahan tanah kepada pemerintah yang diganti dengan pencairan uang ganti rugi proyek pada Rabu (7/12) di aula Kecamatan Ngalian.

Dari 140 bidang tanah, sudah mulai terselesaikan pembayaran tahap pertama sebanyak 90 bidang tanah dengan luasan 16.870 hektar senilai total uang pengganti kepada warga Rp 80.234.718.000. Sisanya 50 bidang tanah sedang dilakukan verifikasi lantaran banyak warga yang memiliki sisa tanah untuk diikutkan dalam proses ganti rugi.

“Warga kami sudah sepakat dan mendukung, semua melalui proses dari sosialisasi, verifikasi sampai pembayaran ganti rugi secara terbuka dan langsung diterima oleh si pemilik tanah,” terang Sigit Suwarso, Kepala Kelurahan Kembangarum.

Sembari menunggu tim verifikasi penghitungan tanah, dikatakan Sigit, untuk proses tahap kedua akan dilakukan pembayaran ganti rugi pada dua minggu kedepan sebanyak 12 bidang.

“Silakan warga menggunakan uang ganti rugi tersebut untuk bisa mencari tanah lagi baik sebagai tempat tinggal atau tempat usaha. Kami akan membantu secara administrasinya baik untuk kepindahan maupun dokumen-dokumennya,” katanya.

Sementara, Sekretaris Pelaksana Pengadaan Tanah (P2T) Tol Batang-Semarang Seksi II, B Wibowo Suharto menyampaikan dari total sembilan kelurahan yang terdampak kini hanya menyisakan satu kelurahan yang belum terverifkasi yakni sisa tanah di Kelurahan Kembangarum saja.

“Tambakaji sudah, dan hari ini bersamaan dengan Kembangarum juga telah terbayarkan ganti rugi kepada 60 bidang tanah milik warga Kelurahan Bambankerep seluas 9894 hektar dengan nilai Rp 53.661.887.000, meskipun ada sisa 20 bidang tanah yang masih proses verifikasi,” katanya.

Dikatakannya, dari total bidang tanah pembebasan tol di wilayah Kota Semarang sebanyak 2550 bidang tanah kini sudah progres 79 persen. Pihaknya optimis sampai akhir tahun bisa terselesaikan semuanya.

“Yang belum terbanyarkan hanya sisa tanah saja, karena menunggu dari Tim Kajian Sisa Tanah apakah layak kita beli atau tidak,” katanya.

Beberapa sisa tanah warga akan dihitung sesuai parameter dalam Undang-Undang yakni jika tergolong tanah sisa tersebut tidak bisa dikembalikan fungsinya seperti awal, tidak bisa dimanfaatkan karena tak ada akses, dan bidang tanah tidak beraturan.

“Kalau memenuhi parameter itu akan kita beli, dengan taksiran dibawah Rp 100 juta, namun jika nilainya diatas Rp 100 juta maka melalui mekanisme pemerintah pusat,” tukasnya. (Bj/EL)