Home DPRD Kota Semarang Pembangunan Tol Batang-Semarang, Sekolah Kena Gusur Tapi Relokasi Belum Jelas

Pembangunan Tol Batang-Semarang, Sekolah Kena Gusur Tapi Relokasi Belum Jelas

Pembangunan Tol Batang-Semarang, 879 Warga Purwoyoso Terima Uang Ganti
Pembangunan Tol Batang-Semarang, 879 Warga Purwoyoso Terima Uang Ganti

Semarang, 2/11 (BeritaJateng.net) – Ada tiga sekolah negeri di Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang terkena dampak proyek Jalan Tol Semarang-Batang. Masing-masing, SD Negeri Ngaliyan 2 dan SD Negeri Tambakaji 3 dipastikan tergusur dan direlokasi. Sedangkan untuk SMP Negeri 16 Semarang, yang terkena sebagian ruang kelas tidak direlokasi.

Ketiganya menempati lahan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Namun demikian, relokasi untuk dua SDN maupun solusi untuk SMP Negeri 16 ini belum jelas kapan waktunya. Begitupun anggarannya berapa juga belum diketahui. Padahal, kebutuhan proyek tol ini mendesak. Mengingat progres pengerukan proyek pembangunan jalan tol ini telah dikebut hingga daerah Bringin Ngaliyan.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Anang Budi Utomo meminta agar relokasi sekolah yang tergusur tol tersebut harus dilakukan sebelum pembangunan tol di wilayah itu dimulai. “Nanti modelnya diberi ganti rugi semuanya. Kemudian direlokasi atau dipindah,” kata Anang Budi Utomo di kantor DPRD Kota Semarang, Rabu (2/11).

Dijelaskannya, SD Negeri Ngaliyan 2 ini sudah ada lokasi relokasi. Tetapi hasil musyawarah dengan pihak komite dan wali murid ini belum deal. “Karena rencana lokasi yang baru ini dipinggir sungai. Jalan masuknya sempit. Ini baru alterlatif dan baru dibicarakan. Tapi kalau yang SD Negeri Tambakaji 3, lokasinya sudah deal dan akan menempati lahan eks bengkok kelurahan yang tidak jauh lokasi sekolah tersebut,” katanya.

Prinsipnya, kata Anang, komite dan orang tua siswa menghendaki jangan terlalu jauh dari tempat semula. “Harapannya, dibangunkan dulu tempat sekolah baru, sebelum ‘digusur’. Jangan sampai sekolahnya sudah dirobohkan, kemudian belum ada bangunan pengganti yang baru. Jangan sampai proses belajar mereka terkatung-katung harus titip-titip siswa ke mana-mana,” ujarnya.

Sedangkan untuk SMP Negeri 16 tidak direlokasi. Pertimbangannya, hanya terkena dampak bagian tepi atau beberapa ruang di bagian pinggir. Sehingga hanya akan dirapikan dan diberikan pengaman menggunakan uang ganti untung tersebut. “Kalau ada ruang yang kena ya nanti dibangunkan, entah nanti vertikal atau membangun di lahan sekitar,” katanya.

Secara prinsip, Komisi D DPRD Kota Semarang berharap agar semua siswa maupun guru yang terkena dampak proyek pembangunan tol Batang-Semarang ini jangan sampai panik ataupun resah. “Kami minta para siswa tenang, jangan sampai ‘kapiran’ lah istilahnya. Secara umum begitu,” katanya.

Dia meminta, 2017 mendatang persoalan sekolah yang digusur ini harus tuntas. “Kalau anggaran murni masih kurang, nanti bisa disupport dari anggaran perubahan 2017. Misalnya infrastrukturnya dari anggaran murni, sedangkan kebutuhan perlengkapan lain non pembangunan bisa disupport dari anggaran perubahan. Prinsipnya jangan menggusur dulu, sebelum dibangun lokasi baru,” imbuhnya.

Pembebasan tanah untuk sekolah-sekolah ini merupakan kewajiban Pemerintah Kota Semarang. Dalam hal ini, yang terkena dampak adalah lahan milik pemkot sendiri. “Ini sebenarnya lebih mudah, tapi prosedurnya harus ditempuh dan lebih cermat. Mengenai berapa anggaran yang dibutuhkan untuk relokasi sekolah-sekolah ini belum diketahui. Karena masih dihitung, melalui Detail Engineering Design (DED),” katanya.

Mengenai masalah masyarakat yang masih belum puas, karena pertama lokasinya dekat dengan sungai dan jalan akses masuknya sempit. Hal ini masih dibicarakan lebih lanjut untuk mencari solusi terbaik. “Kami juga akan melakukan pengecekan di lapangan mengenai lokasi relokasi ini. Kebutuhan anggaran relokasi tergantung lokasinya. Misalnya apakah harus mengurug, tentu akan ada anggaran cukup banyak. Tapi jelasnya, pembangunan sekolah nanti akan mengunakan standar Unit Sekolah Baru (USB) dari kementerian,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin mengatakan masih membahas secara rinci terkait relokasi sekolah-sekolah yang terkena dampak proyek pembangunan jalan tol Batang-Semarang ini. “Saya belum bisa berbicara teknis. Ini masih kami bicarakan. Tapi dalam waktu dekat akan kami sampaikan,” katanya. (Bj)

Comments are closed.