Home Headline Pembangunan CSR Lampu Asma’ul Husna di Blora Diduga Tak Transparan, Begini Tanggapan...

Pembangunan CSR Lampu Asma’ul Husna di Blora Diduga Tak Transparan, Begini Tanggapan Bupati 

Lampu Asmaul Husna di Blora.

BLORA, 27/5 (BeritaJateng.net) – Lampu hias Asma’ul Husna yang menghiasi kota Blora, Jawa Tengah dipertanyakan keberadaanya oleh sejumlah masyarakat di Kabupaten Blora.

Pembangunan lampu hias itu, berasal dari dana Corporate Sosial Responsibility (CSR) dari PT Pertamina EP Field Cepu.

Sebanyak 99 lampu hias bertuliskan Asma’ul Husna dibangun setelah isu CSR yang digemborkan oleh sejumlah aktifis di Kabupaten Blora. Sehingga keberadaanya dinilai hiburan belaka.

Bahkan diberitakan sebelumya di sejumlah media bahwa pembangunan lampu itu tidak transparan.

Menanggapi hal tersebut Bupati Blora H Arief Rohman didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Blora Komang Gede Irawadi bersama perwakilan dari Pertamina Subholding Upstream Zona 11 Field Cepu Ardi serta dari SKK Migas Jabanusa Doni menjelaskan besaran dana CSR kepada sejumlah media.

Dikatakan Bupati Blora, masyarakat Blora ini lagi cinta terhadap CSR, ingin mengawal tentang bagaimana CSR dari Perusahaan itu bisa ikut dirasakan masyarakat Blora.

“Isu CSR ini mengemuka setelah saya dilantik. Tapi sebelumnya sudah ada beberapa yang sudah kita usulkan. Jadi karena mendapat aspirasi dari masyarakat, kita ingin pembangunan infrastruktur jalan dan dari sisi teliti juga jalan, “ungkap Bupati

Termasuk, aspirasi masyarakat terkait lampu Asmaul Husna yang sudah diusulkan Dinas Rumkimhub ke Pertamina, yang saat ini telah direalisasikan.

“Waktu itu lampu ini anggaran yang diusulkan sekitar 450 jutaan, dan di acc oleh Pertamina semua sebesar Rp. 451.766.700,- Ini sepenuhnya dikerjakan oleh pihak ketiga yang menjadi rekanan Pertamina” jelasnya.

Uniknya, lanjut Bupati, pengerjaan lampu tersebut turut melibatkan perajin lokal, dan memanfaatkan potensi lokal khususnya UMKM desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, Blora.

Pengerjaan yang dilakukan dari awal Maret sampai awal Mei tersebut diharapkan dapat turut serta mendorong perekonomian UMKM yang ada di Blora.

Ditambahkan Mas Arief sapaan akrabnya, bahwa anggaran lampu tersebut berasal dari Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) atau CSR hasil sinergi Pemda dengan SKK Migas, dan Pertamina Subholding Upstream Zona 11 Field Cepu.

Selain lampu hias, Arief Rohman juga mengusulkan adanya dukungan dari Pertamina untuk pembangunan jalan Peting-Sumber-Menden.

“Selain soal lampu, saya sebenarnya juga sudah mengajukan ke Pertamina terkait dengan pembangunan ruas jalan, peningkatan jalan dari Peting menuju Menden ini panjangnya sekitar 7,4 km” tuturnya.

Menurutnya, usulan ini karena aspirasi dari masyarakat disana waktu itu, kelihatanya sudah ada respon, tapi memang anggarannya besar, kemungkinan baru akan dilakukan penambalan – penambalan atau pembangunan sementara, sambil menunggu keputusan direksi pusat.

Ditambahkan Ardi dari Pertamina Subholding Upstream Zona 11 Field Cepu, bahwa pengerjaan lampu Asmaul Husna sepenuhnya dilakukan dari Pertamina dengan menggandeng pihak ketiga secara transparan.

“Yang luar biasa dari pembangunan lampu Asmaul Husna ini, Pemkab sendiri tidak terlibat langsung. Kita sendiri yang melakukan dan ini transparan. Kita kerjakan dengan mitra kita” ucap Ardi

Sementara itu Perwakilan dari SKK Migas Jabanusa, Doni, memaparkan terkait teknis CSR di sektor industri hulu migas, Doni mengungkapkan beberapa program yang dilakukan berkaitan dengan sisi ekonomi, kesehatan, infrastruktur, pendidikan, dan program ketika terjadi bencana.

“Prosedurnya dari sisi CSR setiap tahun, teman-teman K3S itu kita minta untuk mengajukan program-program CSR, memang suatu kewajiban kita. Ada keunikan di industri hulu migas ini, saat belum berporduksipun kita menuntut meminta teman-teman K3S untuk menyisihkan sebagian anggarannya untuk kegiatan CSR”paparnya.

Doni mengungkapkan, dalam menentukan program bisa berdasarkan analisa internal maupun adanya usulan dari daerah.

“Biasanya kalau di tempat-tempat lain itu memang prosesnya ada beberapa, ada langsung dari K3S yang melihat dari sekitarnya, ada juga dari misalkan musrenbang desa naik ke kecamatan naik ke kabupaten, itu bisa juga kita lakukan, ataupun ada permintaan langsung dari pemerintah kabupaten. Karena pemkab adaalah stakeholder kita yang mengerti benar dan memahami wilayah kerja di area kita” tambahnya

Bupati menyampaikan agar terkait CSR untuk selalu dilakukan secara transparan kepada masyarakat. Termasuk dengan mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawal.

Bupati Blora melalui Sekda Blora akan meminta laporan CSR dari sejumlah Perusahaan yang ada di Blora dari Januari sampai Mei tentang apa yang sudah dilaksanakan dan rencana kedepan seperti apa, agar tidak tumpang tindih. (Her/El)