Home Hukum dan Kriminal Pembangunan 1,3 KM Jalan Utama Underpass Jatingaleh Dikebut

Pembangunan 1,3 KM Jalan Utama Underpass Jatingaleh Dikebut

Desain jalan underpas Jatingaleh

Semarang, 23/1 (BeritaJateng.net) – Pembangunan underpass Jatingaleh terus dikebut  pengerjaanya. Setelah menyelesaikan pelebaran jalan, kali ini pembangunan sudah mulai mengerjakan jalan utama atau underpassnya yang rencananya akan memiliki panjang kurang lebih 1,3 km itu.

Berdasarkan pantuan lapangan kemarin, pembangunan dibagi pada beberapa titik. Disisi utara mulai dilakukan pemasangan tiang pancang untuk underpass seksi kestrian, kemudian disisi selatan mulai dilakukan pembangunan dinding penopang jalan utama. Sejumlah alat berat dan puluhkan pekerja dikerahkan untuk menyelesaikan pekerjaan.

Pelaksana proyek dari PT Armada Hada Graha Bambang Tri menjelaskan, dinding penahan jalan di sisi selatan dibangun untuk jalan utama dan front stage dengan panjang kurang lebih 51,3 meter untuk sisi barat dan 70 meter untuk sisi timur.

“Kalau cuaca mendukung pengerjaan dinding penopang jalan bisa kita selesaikan kurang lebih 1,5 bulan untuk kedua sisinya,” katanya saat ditemui di lokasi proyek.

Setelah dinding jalan jadi, kata dia proyek akan dilanjutkan pada pelebaran jalan untuk pengalihan arus lalu lintas dari arah Gombel lama. Pengalihan dilakukan untuk memperlancar pembangunan underpass seksi gombel. “Saat ini pembangunan dindingnya sudah sekitar 45%,” ucapnya.

Sementara untuk sisi utara sudah dilakukan pemasangan tiang panjang. Setiap harinya ditargetkan bisa dilakukan pemasangan tiang pancang pada 9 titik. Diakuinya, untuk underpass memang yang dibangun pertama adalah seksi kesatrian, karena jalannya sudah dilebarkan, sehingga tidak mengganggu arus lalulintas. “Underpass sisi utara terlebih dahulu karena kanan kiri sudah dilebarkan,” ucapnya.

Pembangunan underpass ini sebenarnya sudah melewati dari target yang direncanakan yakni akhir 2016, namun, pembangunanya belum bisa diselesaikan karena terkendala cuaca dan juga pembebasan lahan. Pembebasan lahan yang cukup menghambat adalah pembebasan untuk tanah milik TNI AL dan juga milik Direktorat Jenderal Pajak.

Selain itu kendala lain adalah, warung makan padang yang membangun warungnya menjorok ke jalan meski sudah dilakukan pembebasan lahan, sehingga perlu dibongkar.  “Pembebasan lahan untuk tanah TNI AL dan Pajak baru selesai bulan November lalu sehingga baru bisa dikerjakan,” ucapnya.

Untuk kendala Cuaca Bambang mengaku, pihaknya tidak dapat berbuat banyak. Yang dilakukan hanya menambah jam kerja ketika cuaca mendukung.”Kalau hujan tidak deras, masih bisa kerja, tapi kalau cukup deras tentu semua pekerja berhenti,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, pihaknya mentargetkan, untuk underpass seksi Kesatrian sudah bisa selesai sebelum lebaran, sementara untuk seksi gombel diselesaikan pada bulan Agustus. Dengan kata lain, underpass jatingaleh baru bisa dilalui setelah bulan Agustus.

Penyelesaian pembangunan underpass sudah ditunggu-tungu masyarakat.”Dulu janjinya sampai akhir 2016 tapi sampai sekarang belum selesai juga. Dengar-dengar malah molor sampai 8 bulan ke depan,” kata salah satu warga Marsono. (El)

Advertisements