Home Ekbis Pelindo Perkuat Aset Tanjung Intan Cilacap

Pelindo Perkuat Aset Tanjung Intan Cilacap

20140127083204916Cilacap, 29/1 (Beritajateng.net) – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III (Persero) segera memperkuat aset Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap, kata General Manager PT Pelindo III Cabang Tanjung Intan Djumadi.

“Aset pelabuhan yang diperkuat, antara lain perpanjangan dermaga dan pemasangan alat-alat mekanis yang modern seperti ‘flapping crane’. Ini untuk memperlancar kegiatan bongkar muat di Tanjung Intan,” kata Djumadi saat dihubungi dari Cilacap, Jawa Tengah, Kamis.

Selama ini, kata dia, kegiatan bongkar muat di Tanjung Intan masih mengandalkan “crane” atau derek dari kapal.

Padahal ke depan, lanjut dia, kapal-kapal yang menggunakan “ship crane” (derek kapal) akan berkurang sehingga harus disiapkan derek di daratan.

Menurut dia, derek darat itu dibutuhkan karena kedatangan kapal besar di Tanjung Intan menunjukkan peningkatan.

“Kalau volume unit memang menurun, tapi GT-nya (Gross Tonage) besar, pemuatannya besar,” kata dia yang sedang berada di PT Pelindo III Surabaya.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan mengoptimalkan lahan di sekitar Pelabuhan Tanjung Intan seiring dengan perkembangan industri yang ada di wilayah eks Keresidenan Banyumas dan sekitarnya.

Dalam hal ini, dia mencontohkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Cilacap yang akan bertambah menjadi dua unit dan pembangunan pabrik semen di Ajibarang, Kabupaten Banyumas.

“Saat ini PLTU baru satu unit (di Karangkandri, red.), nantinya ada PLTU di Bunton dan Adipala. Semua itu, bahan bakunya melalui Tanjung Intan sehingga kalau tidak ditunjang dengan fasilitas yang memadai, nantinya akan terjadi antrean kapal,” katanya.

Lebih lanjut, Djumadi mengatakan jika terealisasi, sapi-sapi impor dari Australia yang selama ini melalui Tanjung Priok akan dialihkan ke Tanjung Intan.

Menurut dia, sapi-sapi impor dari Australia itu untuk memenuhi kebutuhan daging di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.

Berdasarkan data tahun 2014, kata dia, total sapi dari Australia yang masuk Indonesia sebanyak 720.000 ekor yang dibagi untuk Lampung, Tanjung Priok, Cilacap, dan Panakukang.

“Tahun 2015 sepertinya kuotanya tambah karena dari tahun ke tahun pasti tambah. Jika kapal yang biasa bersandar di Tanjung Priok dialihkan ke Cilacap, kami siap,” katanya.

Menurut dia, kesiapan Pelabuhan Tanjung Intan itu terlihat dari alur dan merupakan salah satu pelabuhan yang menghadap ke luar.

“Menghadap ke luar artinya tidak ada pelabuhan di depannya,” kata dia menjelaskan.

Selain itu, kata dia, Pelabuhan Tanjung Intan berada di bawah Pulau Jawa dan alurnya merupakan alur pelayaran internasional serta infrastruktur jalan yang memadai.

Terkait larangan ekspor mineral mentah seperti pasir besi yang selama ini diekspor melalui Tanjung Intan, dia mengatakan bahwa pihaknya akan menggandeng investor untuk mengolah pasir besi menjadi “pig iron” (besi kasar) atau “sponge iron” (besi spons) yang bisa diekspor.

Seperti diwartakan, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau PT Pelindo III melakukan investasi sebesar Rp1,66 miliar untuk pengadaan “ship grab”, alat peningkatan produktivitas bongkar muat curah kering, sebanyak empat unit di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap, Jawa Tengah.

“Investasi ini karena didasari arus bongkar muat, khususnya komoditas curah kering, di Pelabuhan Tanjung Intan yang cenderung terus meningkat,” kata Humas PT Pelindo III Edi Priyanto di Surabaya, Kamis (29/1).

Menurut dia, alat bongkar muat curah kering tersebut sudah beroperasi di Pelabuhan Tanjung Intan bulan ini. Kapasitas masing-masing “ship grab” itu mencapai 10 ton.

Edi mengatakan, investasi yang dilakukan PT Pelindo III di Pelabuhan Tanjung Intan terbagi dalam empat tahapan, yakni tahap pertama pada 2014 dilakukan perbaikan struktur dan fender dermaga I, II, III, VI, dan Wijayapura.

Berikutnya, pembuatan dua unit dolphin dermaga VI, pengadaan ship grab kapasitas 10 ton yang telah terealisasi dan “chassis” pengangkut perlengkapan bongkar muat, pembuatan dua unit “bucket” kapasitas 15 ton, dan pembuatan satu set “rampdoor”.

Tahap kedua pada 2015, melakukan pemasangan “coating katodik protection” pada tiang pancang baja di Dermaga Wijayapura guna optimalisasi dan revitalisasi aset, penyiapan lapangan penumpukan seluas satu hektare, pengadaan satu unit forklift kapasitas 10 ton, dan pengerasan lapangan penumpukan.

Sedangkan tahap ketiga pada 2016-2017, melakukan pengerukan kolam pelabuhan, revitalisasi Dermaga IV dan penyambungan dengan Dermaga III. Kemudian tahap IV (tahun 2018) yaitu pengadaan dua unit Rail Mounted Gantry Crane (RMGC) di Dermaga III.(ant/bj02)

Advertisements