Home Headline Pelindo III Berharap Destinasi Wisata Jateng Tambah

Pelindo III Berharap Destinasi Wisata Jateng Tambah

visit_jatengSemarang, 22/2 (Beritajateng.net) – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III berharap destinasi wisata di Jawa Tengah bertambah sehingga bisa menarik wisatawan asing untuk berkunjung dan tinggal lebih lama.

“Selama ini memang semakin banyak kapal pesiar yang berkunjung melalui Pelabuhan Tanjung Emas, tetapi hanya sedikit yang bermalam di sini,” kata Manajer Operasional PT Pelindo III Cabang Tanjung Emas Widjang Indradto di Semarang, Minggu.

Menurut dia, beragamnya destinasi wisata akan meningkatkan keinginan para wisatawan terutama asing untuk datang dan tinggal lebih lama di Jateng salah satunya Semarang.

Hingga saat ini, destinasi wisata yang banyak diminati oleh para wisatawan asing baru Candi Borobudur, selebihnya belum ada destinasi wisata yang diminati seperti halnya Borobudur.

Pihaknya optimis, dengan semakin banyaknya destinasi wisata menarik dan juga dibuka hingga malam maka kapal pesiar tidak akan ragu untuk menginap.

“Selama ini, untuk kapal pesiar yang sering menginap di Pelabuhan Tanjung Emas biasanya bersamaan dengan Sendra Tari Ramayana di Candi Prambanan. Pentas yang dilaksanakan pada malam hari membuat para wisatawan akhirnya menginap,” katanya.

Menurutnya, jika pentas akbar dengan menonjolkan budaya Jawa seperti halnya Sendra Tari Ramayana tersebut sering diadakan, pihaknya optimis jumlah kapal pesiar yang mengangkut ratusan bahkan ribuan wisatawan asing tersebut pasti akan menginap.

Sebelumnya, anak buah kapal dari kapal pesiar Rotterdam Tri Wiyono mengatakan sebetulnya yang disukai para wisatawan asing adalah destinasi wisata yang menonjolkan kebudayaan setempat. Selain itu, destinasi wisata yang berbau sejarah juga sangat diminati.

Untuk di kawasan Kota Semarang, beberapa destinasi wisata yang diminati yaitu Klenteng Sam Po Kong dan bangunan Lawang Sewu. Meski demikian, pihaknya sependapat bahwa destinasi wisata perlu diperbanyak.

“Tidak usah berpikir apakah harus menyediakan fasilitas-fasilitas gratis karena para wisatawan yang mengikuti kapal pesiar ini berasal dari kalangan mampu. Mereka akan membayar berapapun selama apa yang disajikan baik dan sesuai dengan yang mereka inginkan,” katanya.

Pihaknya hanya berharap agar pengelola destinasi wisata baik itu Pemerintah maupun swasta mengedepankan kebersihan dan kenyamanan para wisatawan.

“Kami dari perusahaan pemilik kapal pesiar juga berupaya kooperatif untuk menyikapi keinginan para wisatawan. Beberapa waktu lalu saya pernah menyurati presiden dan menteri terkait kebersihan salah satu destinasi wisata di Indonesia yang kurang terjaga sehingga dikeluhkan oleh wisatawan,” katanya.(Ant/Bj02)