Home Headline Pelanggar Kelebihan Muatan Harus Ditindak Tegas

Pelanggar Kelebihan Muatan Harus Ditindak Tegas

Petugas memeriksa muatan truk di Jembatan Timbang
Petugas memeriksa muatan truk di Jembatan Timbang
Petugas memeriksa muatan truk di Jembatan Timbang

SEMARANG, 11/3 (BeritaJateng.net) – Kalangan Anggota DPRD Jawa Tengah minta aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan bertindak tegas terhadap pelanggaran kelebihan muatan. Penerapan sidang di tempat dan penurunan barang di jembatan
timbang harus dilakukan agar pengemudi angkutan barang jera.

Anggota Komisi C DPRD Jateng Wahyudin Noor Ali mengemukakan, penerapan sistem tilang yang sudah dilaksanakan saat ini terbukti tidak efektif, bahkan menjadi celah baru bagi pengmudi untuk melenggang dengan memuat barang melebihi ketentuan tanpa bisa ditindak.

“Dari sidak yang kami lakukan di jembatan timbang Sarang Rembang beberapa waktu yang lalu, ada truk memuat barang seberat 40 ton lebih
padahal tonase yang diijinkan hanya 16 ton. Sopir hanya menunjukkan surat tilang tanpa bisa ditindak oleh petugas disana,” ungkapnya, Rabu (11/3).

Lamanya jangka waktu pelaksanaan sidang bagi sopir yang ditilang ini menjadi senjaata bagi sopir untuk terbebas dari sangsi. Goyud, sapaan akrab Wahyudin minta agar aparat menerapkan sidang diempat bagi pelanggaran kelebihan muatan.

“Denda atas tilang inipun harus yang berat dan setimpal dengan nilai ekonomi atas kelebihan muatannya,” katanya.

Solusi lain sesuai dengan amanat Perda No 1 Tahun 2012 tentang kelebihan muatan, muatan yang beratnya melebihi jumlah beban yang
dijinkan (JBI) sebesar 25% keatas harus diturunkan. Sangsi ini sampai sekarang belum dilaksanakan dengan alasan tidak tersedianya sarana dan prasarana seperti tenaga bongkar, alat bongkar maupun gudang penyimpanan barang.

“Harus dicari solusinya, kalau tidak punya lahan sendiri kan bisa sewa,” jelasnya.

Kalau dua sangsi tersebut bisa dilaksanakan secar tegas, Goyud yakin pengemudi akan jera melangar kelebihan muatan. Pengusahanyapun harus menaati aturan dengan tidak merubah spesifikasi kendaraan agar bisa dipakai untuk mengangkut barang melebihi ketentuan.

“Banyak juga ditemukan kendaraan barang yang chasisnya ditambah agar tambah panjang dan muat barang lebih banyak,” pungkasnya. (BJ13)