Home Ekbis Pelaku Usaha Diminta Tingkatkan Kualitas Hadapi MEA

Pelaku Usaha Diminta Tingkatkan Kualitas Hadapi MEA

MEALebak, 19/2 (Beritajateng.net) – Pelaku usaha di Kabupaten Lebak, Banten dihimbau dapat meningkatkan kualitas produksi untuk menghadapi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir 2015.

“Kita minta pelaku usaha di Lebak baik yang tergabung dalam usaha mikro dan kecil menengah (UMKM) maupun kerajinan lainya bisa berdaya saing untuk merebut peluang pasar tunggal itu,” kata Sekertaris Daerah Kabupaten Lebak Dede Jaelani saat dihubungi di Lebak, Kamis.

Ia mengatakan, pemerintah daerah terus mempersiapkan peningkatan sumber daya manusia (SDM) aparatur juga masyarakat.

Sebab menghadapi MEA tentu cukup berat untuk mendorong pengembangan ekonomi rakyat.

Apalagi, indeks pembangunan manusia (IPM) Lebak masih rendah sehingga perlu adanya peningkatan untuk menghadapi era globalisasi.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong kepada pelaku usaha agar meningkatkan kualitas produksi sehingga dapat berdaya saing dengan negara-negara di kawasan ASEAN.

“Kami berharap dalam menghadapi MEA itu tidak hanya sekedar penonton,tetapi bisa berinovasi dan berkreasi guna mendongkrak pengembangan ekonomi masyarakat,” katanya.

Menurut dia, selama ini produk-produk kerajinan Kabupaten Lebak sudah menembus pasar dunia, seperti batu posil, permata kalimaya dan gula aren.

Selain itu juga produksi tanaman hortilkultura, diantaranya manggis dan rambutan tengkue.

Produksi itu dipasok ke sejumlah negara di Asean, Eropa dan Timur Tengah, katanya.

Dengan demikian, pihaknya terus meningkatkan kualitas dan produksi hasil kerajinan bisa bersaing guna di kawasan pasar tunggal Asean.

“Kami yakin Lebak siap menghadapai MEA karena ini sudah menjadi tuntutan di semua daerah sehingga dapat mendongkrak ekonomi rakyat,” katanya.

Ia menyebutkan, pemerintah daerah tahun 2016 akan membuka Balai Latihan Kerja (BLK) untuk mempersiapkan tenaga terampil pada bidang industri.

Sebab tenaga terampil menjadikan tuntutan,termasuk masyarakat bisa menguasai Informasi teknologi (IT).

Mereka masyarakat yang mendapat pelatihan di BLK tersebut kebanyakan usia produktif agar mereka memiliki ketrampilan dan kecakapan kerja.

“Saya kira melalui BLK itu dapat melahirkan usaha ekonomi kreatif di masyarakat sehingga bisa merebut pasar kawasan Asean,” ujarnya menjelaskan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak Wawan Ruswandi mengatakan untuk membantu kesiapan UMKM dalam menghadapi persaingan pasar bebas, pihaknya terus mengoptimalkan pembinaan pada pengusaha melalui pelatihan diversifikasi produk, manajemen, keuangan, dan kewirausahaan.

Saat ini, pelaku UMKM di Lebak berkembang antara lain usaha kerajinan tangan, logam, aneka jenis makanan, hasil produksi pertanian, dan perkebunan, serta pertambangan.

Selain itu, kerajinan khas Baduy, seperti kain tenun, tas, dompet, cendera mata, dan madu hutan.

“Kami yakin dengan berkembangnya UKM tentu tingkat kesejahteraan masyarakat meningkat,” katanya.(ant/bj02)